READING

5 Restoran Legendaris ini Tetap Jadi Favorit Pecin...

5 Restoran Legendaris ini Tetap Jadi Favorit Pecinta Kuliner Lintas Generasi

Banyak rumah makan yang kalah bersaing dan akhirnya gulung tikar semasa operasinya. Tetapi tidak sedikit pula yang mampu bertahan diterpa perkembangan zaman. Berikut ini lima restoran yang mampu bertahan dengan menu-menu legendarisnya yang lezat, sekaligus menambah wawasan Anda akan sejarah Indonesia.

Restoran Trio
Dibuka beberapa tahun setelah Indonesia merdeka, Restoran Trio terletak di Gondangdia – dulunya kawasan residensial untuk orang Belanda yang biasa bersantap di restoran Cina. Bahkan Ali Sadikin – Gubernur Jakarta periode 1966-1977 – merupakan pelanggan tetap restoran ini. Sampai sekarang, rumah makan ini masih setia mengimplementasikan resep masakan yang digunakan sejak hari kelahirannya.

Oasis
Tidak hanya populer di kalangan penduduk lokal, mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan legenda musik rock Phil Collins bahkan pernah menginjakkan kakinya di Oasis dan mencoba hidangan andalan restoran ini, rijsttafel. Rasa hidangan tradisionalnya yang autentik – juga komitmennya untuk tidak menggunakan MSG dalam menu – telah membuat restoran berumur 48 tahun ini menjadi favorit bagi banyak orang dan memantapkan reputasinya sebagai pelopor hidangan fine dining Nusantara.

Loenpia Gang Lombok
Kota Semarang selalu bangga akan hidangan khasnya: loenpia Semarang. Meskipun penjaja hidangan ini dapat dengan mudah ditemukan di pinggir jalan, kebanyakan orang masih memilih Loenpia Gang Lombok dibandingkan vendor lainnya. Didirikan sejak satu abad lalu oleh Siem Swie Kim, gerai kecil ini merupakan vendor loenpia paling tua yang masih berdiri hingga sekarang.

Zangrandi
Terletak di jantung Kota Surabaya, Zangrandi telah menyajikan hidangan es krim Italia sejak 1930. Dua varian es krimnya yang paling populer adalah Macedonia – es krim berbentuk U berisikan rum – dan Tutti Frutti.

Warung Kopi Purnama
Didirikan oleh warga asli Medan, Yong A Thong pada 1930, Warung Kopi Purnama dulunya bernama Chang Chong Se – yang berarti “datang dan coba” dalam bahasa Indonesia – sebelum akhirnya pemerintah menetapkan kebijakan soal penggunaan nama Tiongkok pada 1966. Saat ini dikelola oleh generasi keempat dalam keluarga, tidak ada yang berubah di gerai ini – kopi susu dan camilannya, seperti Roti Selai Srikaya dan Roti Dadar Wurst masih mampu menarik pelanggan lama dan baru di seluruh penjuru Kota Bandung.


Monica Livia is the youngest contributing writer in Good Indonesian Food. Born and bred under the watchful eyes of her grandmother, who happens to be a baker, she has been falling in love with food since she was a wee kid.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM
KNOW US BETTER