Bali: Murni’s Warung

Cara terbaik menikmati hidangan ini adalah dengan menyelupkan ayamnya ke dalam kuah kaldu untuk membuat bumbunya semakin meresap.

Sudah bukan rahasia kalau Ubud dikenal luas akan kekayaan seni dan budayanya. Daerah ini bahkan kerap disebut sebagai pusat budaya di Pulau Bali dengan beragam pilihan galeri seni dan toko kerajinan tangan yang sudah pasti membuat para pencinta seni jatuh hati. Meski demikian, Ubud juga menyimpan daya tarik kuliner yang patut diperhitungkan. Daerah ini memiliki banyak rumah makan yang dijamin akan memanjakan lidah dan perut Anda. Salah satunya adalah Murni’s Warung yang didirikan pada 1947 – merupakan restoran tertua di Ubud – dan didirikan oleh – siapa lagi, kalau bukan Murni.

Digemari baik oleh para ekspatriat dan turis asing di Pulau Dewata, restoran ini menghidangkan menu-menu Bali dan barat sebagai sajian utamanya. Interior restoran dihiasi oleh barang-barang antik yang cantik, patung-patung batu khas Bali, dan berbagai benda seni lain. Restoran berlantai empat dan berlokasi di atas bukit curam ini tidak hanya menyediakan pengalaman bersantap papan atas, tetapi juga suasana nyaman dengan pemandangan cantik tepi sungai. Terdapat pula toko cenderamata yang menjual berbagai kerajinan tangan di dekat pintu masuknya.

Dari hotel saya di Seminyak, membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan mobil untuk mencapai restoran ini. Setibanya di sana, saya pun langsung meneliti daftar menunya yang cukup panjang dan beragam. Menghabiskan waktu cukup lama untuk memutuskan pesanan saya – maklum, ini kali pertama saya berkunjung ke restoran ini – saya pun memilih nasi tutu’s Ayam sebagai hidangan pamungkas. Untuk menutup sesi makan saat itu, saya juga memilih hidangan penutup. Balinese caramel cake yang disebut-sebut sebagai salah satu sesajen yang digunakan penduduk lokal dalam ritual sakral menjadi pilihan saya.

Nasi tutu’s ayam di restoran ini terdiri dari nasi kuning, ayam betutu, dan lawar (campuran sayur-sayuran, kelapa, dan daging cincang dengan bumbu khas Bali). Disajikan dengan semangkuk kaldu ayam dan rempah-rempah, daging ayamnya yang direbus dengan berbagai bumbu dan rempah membuatnya terasa lembut di mulut dan kaya akan rasa. Cara terbaik menikmati hidangan ini adalah dengan menyelupkan ayamnya ke dalam kuah kaldu untuk membuat bumbunya semakin meresap. Diakhiri dengan makanan penutup berupa kue dengan sedikit rasa jahe, pengalaman makan saya di Murni’s Warung pun menjadi sempurna.

bali-heritage-murni's warung2 bali-heritage-murni's warung
Jl. Raya Campuan
Ubud, Bali
T: 0361 975 233
Buka setiap hari, pukul 09.00-23.00 WITA
Rp.120.000/US$8,70 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *