Padang: Sate Itjap

Pada era kuliner modern ini, saya bahagia tiada tara melihat sebuah tempat makan sukses yang berawal dari bisnis sederhana—terlebih ketika makanannya memang memuaskan. Seperti itulah Sate Itjap, sebuah toko tua yang sudah beroperasi sekitar 50 tahun dan menyajikan salah satu sate sapi terenak di kota.

Pendirinya Pak Itjap memulai bisnis dengan menjual sate sapi dari gerobak kayu keliling Padang. Kini, bisnisnya dijalankan oleh anaknya Pak Jas, yang saking suksesnya, berhasil membangun lima toko.

Tidak terlalu sulit menemukan tempatnya di Jalan Rasuna Said, apalagi dengan papan besar berwarna kuning yang menggantung di bagian depan. Saya datang jam empat sore—hanya setengah jam setelah tokonya dibuka—dan hanya ada segelintir pelanggan di dalamnya.

Pak Jas berdiri di konter. Dia menyambut saya dengan tangan terbuka dan mencatat pesanan sate sapi saya. “Kami juga punya usus dan lidah sapi yang bisa dicampur dengan sate sapi Anda, kalau Anda mau,” katanya. Setelah berpikir sejenak, saya menolak, khawatir perut saya tak akan bisa menampung semua makanan itu. Semenit kemudian, sate saya disajikan di atas meja.

Penampakannya seperti sate padang biasa dengan taburan bawang goreng yang cukup banyak. Saus santannya memiliki tekstur padat dan creamy, tetapi agak terlalu manis buat lidah saya. Potongan daging sapinya cukup besar, dimasak dengan baik, dan empuk di bagian dalamnya—kombinasi yang sempurna.

Jl. Rasuna Said,
Padang
Buka setiap hari dari jam 15.30-01.00 WIB
Rp20.000/US$1,50 per person


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM
KNOW US BETTER