Bangka: Mie Koba Iskandar

Menyantap mi koba saat sarapan bukan hal yang aneh bagi warga Bangka, dan ini salah satu alasan Mie Koba Iskandar kebanjiran pelanggan setiap hari. Nama hidangan ini diambil dari kota kecil bernama Koba di daerah Bangka Tengah.

Saya mampir di cabang tempat makan populer tersebut di Jalan Balai, Pangkal Pinang pada jam 08.30. Meskipun ukuran ruangannya cukup luas, tempat makan ini sudah dipenuhi pelanggan yang ingin sarapan. Dan, tidak ada menu yang dibagikan, yang membuat saya agak kebingungan.

Namun, kondisi tersebut tak berlangsung lama karena seorang pramusaji datang beberapa menit kemudian dengan sepiring mi koba. Ternyata, karena itu satu-satunya hidangan yang disajikan, para pelanggan hanya perlu duduk dan menunggu makanan andalannya tersebut diantarkan ke meja. Saya memesan segelas es teh, sementara sekeranjang telur rebus disajikan di atas meja sebagai pelengkap hidangan utama.

Secara estetika, tidak banyak yang bisa dibicarakan karena hidangan ini hanya terdiri atas mi bertabur bawang goreng dan sup berwarna kecokelatan. Saya masukkan satu telur rebus ke dalamnya, lalu mulai menyantap makanan pertama saya di hari itu. Mi di sini – yang dibuat sendiri –memiliki tekstur lembut, sementara supnya – yang dibuat dari ikan kembung – agak tebal, meninggalkan rasa manis di lidah, dan tidak berbau amis sama sekali.

Dimasak dengan sempurna, porsi mi koba di sini cukup besar untuk sarapan dan akan memberikan Anda energi yang cukup untuk mengeksplorasi Pulau Bangka sepanjang hari.

Jl. Balai No. 83,
Pangkal Pinang
Buka setiap hari, pukul 08.00-22.00 WIB
Rp20.000/US$1,50 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM
KNOW US BETTER