Belitung: Warung Kopi Kong Djie

Sebelum memulai perjalanan ke Kepulauan Belitung, saya mencoba mencari gambaran mengenai tempat makan yang bisa dikunjungi di sana melalui internet. Satu hal yang menarik perhatian adalah kebanyakan tempat yang saya temukan adalah kedai kopi, salah satunya Warung Kopi Kong Djie.

Memiliki beberapa cabang, Warung Kopi Kong Djie merupakan kedai kopi terpopuler di pulau berjulukan Negeri Laskar Pelangi ini. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk menghampirinya pada hari pertama kunjungan saya ke Tanjung Pandan.

Saat siang berganti malam, saya melangkahkan kaki ke Jalan Siburik, tempat Warung Kopi Kong Djie berdiri sejak puluhan tahun silam. Kedai kopi tersebut dipenuhi pengunjung, tua maupun muda. Setelah menunggu beberapa saat untuk mendapatkan tempat duduk, saya pun memesan es kopi susunya.

warung kopi djie warung kopi djie

Selang beberapa menit, pesanan saya dihidangkan. Aroma khas kopinya cukup kuat. Campuran susu kental manis membuat kopi ini terasa cukup kental dan sangat nikmat. Takarannya yang seimbang terasa pas di lidah.

Sembari menyeruput es kopi susu dan berbincang dengan sopir lokal yang menemani perjalanan saya, seorang bapak datang menghampiri kami. Ternyata dia adalah Ismen Holidi, pemilik sekaligus salah satu anak pendiri kedai kopi ini.

“Ayah saya memulai bisnis ini sekitar tahun 1940-an. Awalnya, dia membuka warung dekat lokasi bandara yang sekarang. Waktu itu, di sana masih sangat sepi. Bahkan, terlihat hampir seperti hutan,” jawabnya ketika saya menanyakan asal Warung Kopi Kong Djie. “Baru pada 1950-an, orangtua saya membeli bangunan ini dan mengubahnya jadi warung kopi.”

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setelah menghabiskan segelas es kopi susu dan bertukar sejuta obrolan ringan dan menarik dengan sang pemilik kedai, saya pun pamit pulang. Tidak lupa saya berjanji kepada Pak Ismen untuk kembali keesokan paginya dan mencicipi beberapa penganan khas lokal yang biasa tersedia di Warung Kopi Kong Djie pada pagi hari.

Jl. Siburik,
Tanjung Pandan
Buka 24 jam setiap hari
Rp10.000/US$0,80 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *