READING

Dialog Gastronomi Nasional: Indonesia Destinasi Ga...

Dialog Gastronomi Nasional: Indonesia Destinasi Gastronomi Terkaya di Dunia

Digelar untuk kedua kalinya, Dialog Gastronomi Nasional tahun ini mengusung tema “From Food to Root – The Rise of Gastronomy Tourism.” Kembali diprakarsai oleh Akademi Gastronomi Indonesia (AGI), acara ini berlangsung selama sehari di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta pada Rabu, 29 Maret 2017 dan dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Indonesia punya potensi besar sebagai destinasi gastronomi terkaya di dunia. 17 persen flora dan fauna dunia ada di Indonesia dan kita juga mewarisi lebih dari 5.000 resep tradisional,” tegas Vita Datau Mesakh, ketua AGI.

Peneliti gastronomi, Moerdjati Gardjito dalam sesi penjabarannya juga memaparkan kekayaan kuliner Indonesia. “Indonesia terkenal dengan bumbu-bumbu yang kompleks. Di Indonesia sendiri, makanan Aceh tercatat sebagai pengguna bumbu terbanyak dengan 123 jenis bumbu diikuti makanan Yogyakarta dengan 119 jenis bumbu dan Minang dengan 78 jenis bumbu,” paparnya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga menyambut positif dengan digelarnya acara ini. Menurutnya, wisata kuliner adalah pilar utama karena potensi wisata budaya adalah sebesar 60 persen dan dari sini, wisata kuliner memiliki potensi 45 persen.

Menurut Arief Yahya, kuliner selalu menjadi kekuatan utama dalam industri pariwisata karena pengeluaran terbesar pada wisatawan adalah pengeluaran untuk kuliner. Selain itu event festival kuliner juga terbukti bisa menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan internasional.

 

Diskusi Tentang Kuliner

Dalam ajang ini digelar juga acara diskusi bersama para pakar dan praktisi kuliner, seperti Dimas Pratama, Bayu Amus, Arie Parikesit, Budi Sulistyo, Shana Fatina, dan Endro Catur.

Arie Parikesit yang sat ini aktif menggagas tur gastronomi Kelana Rasa, menjelaskan tentang perlunya pemahaman tentang latar belakang makanan. “Food tour sekarang tak sekadar mengajak orang untuk makan enak, tapi juga mengajak orang untuk mengalami experience yang unik. Inilah pentingnya pemahaman gastronomi,” jelas Arie.

 


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *