Gorengan: Hati-Hati dengan Nikmatnya

Bila Anda berkendara keliling Jakarta, kemungkinan besar Anda akan melewati sejumlah gerobak yang menjajakan aneka gorengan di sudut-sudut jalanan ibu kota. Dengan rasa yang lezat dan harga terjangkau, makanan ringan ini sangat digemari khalayak ramai. Gurihnya tahu isi, renyahnya tempe goreng, dan lembutnya bakwan di tiap gigitan memang sangat menggugah selera.

Di balik kenikmatan yang ditawarkan setiap gorengan, tersimpan satu cerita yang amat getir. Ada banyak liputan di layar kaca yang secara gamblang mempertontonkan proses pembuatan gorengan yang menyimpang. Penggunaan plastik dalam minyak goreng untuk menambah kerenyahan setiap olahannya diperlihatkan secara detail dan menyeluruh.

Meski proses pembuatan yang menyimpang ini sudah jadi rahasia umum, ketertarikan masyarakat terhadap gorengan tidak berkurang. Memang ada sebagian orang yang sudah cukup peduli terhadap kesehatan dan mulai menghindari kudapan ini. Namun, di skala yang lebih besar, di mata masyarakat pada umumnya, gorengan memiliki daya magis tersendiri. Bahkan, pada bulan puasa, pembelian gorengan untuk hidangan berbuka bisa dibilang melonjak cukup signifikan.

Tidak sedikit dari mereka yang tahu bahwa tanpa tambahan plastik dalam minyak gorengnya pun gorengan yang dijajakan di pinggir jalan tidak sehat. Penggunaan minyak goreng yang sama secara berulang-ulang hingga warnanya kehitaman cukup memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Menurut saya, fenomena ini cukup mengkhawatirkan. Walaupun masih banyak penjual yang jujur, yang tidak menambahkan bahan-bahan berbahaya seperti plastik, tetap sulit bagi kita untuk mengetahui dan membedakannya. Langkah paling aman yang bisa kita ambil adalah membeli dari penjual di sekitar lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dengan begitu, Anda bisa melihat langsung proses memasaknya dengan lebih saksama. Ini pun tidak seutuhnya menjamin kebersihannya.

Apakah lemahnya daya beli masyarakat yang mendorong mereka untuk tetap mengonsumsi kudapan berbahaya ini? Ya, mungkin ini salah satu faktor pemicunya. Atau, mungkinkah kelezatan yang ditawarkan gorengan memang sebanding dengan bahaya yang terkandung dalam tiap potongnya?


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM
KNOW US BETTER