READING

Jakarta: Mamink Daeng Tata

Jakarta: Mamink Daeng Tata

Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di Sulawesi, saya rasa coto makassar di sini adalah salah satu makanan terenak yang pernah saya coba.

Daeng Tata – yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan—awalnya hanya bercanda tentang ide membuka restoran di ibu kota saat kunjungan bisnis rutinnya ke Jakarta pada akhir ‘80-an. Ide tersebut terpikirkan ketika dia melihat bahwa tidak ada satu pun di antara banyak restoran di Jakarta yang menyajikan makanan khas Makassar. Pada 1993, dengan bantuan tiga kerabatnya, Daeng mengumpulkan keberanian untuk mulai menjual makanan khas Makassar dengan membuka tenda di pinggir Jalan Supomo di Tebet.

Pada 2005, bisnis Mamink Daeng Tata mulai berkembang. Dia membuka dua cabang baru—satu di Tebet dan lainnya di Jalan Panjang. Yang kedua tidak bertahan lama dan akhirnya tutup pada 2008. “Karena ada jalur busway di Jalan Panjang, kemacetan bertambah parah, yang membuat orang enggan mampir ke tempat kami,” ujar anak laki-laki termuda Daeng Tata.

Sebanyak 90 karyawan bekerja di dua restoran yang masih tersisa, sementara reputasi Mamink Daeng Tata sebagai penjual makanan khas Makassar terenak di Jakarta tetap terjaga. Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di Sulawesi, saya rasa coto makassar di sini adalah salah satu makanan terenak yang pernah saya coba. Kuahnya yang kental dan gurih —terbuat dari air beras dan penuh potongan daging sapi—menambah selera makan saya. Apabila Anda berkunjung ke restoran ini, ada tiga makanan yang wajib Anda coba; Tata Ribs, sop konro, dan, tentu saja, coto makassar. Lengkapi sesi makan Anda dengan es palubutung dan es pisang ijo. Saya jamin Anda akan segera ingin kembali ke Mamink Daeng Tata.

Jabodetabek-classic-daeng tata mamink Jabodetabek-classic-daeng tata mamink
Jl. K.H. Abdullah Syafei No.33
Jakarta Selatan
Telp: (021) 8315555/8316666
Buka setiap hari, pukul 10.00-02.00 WIB
Rp60.000/US$4,70 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *