Jakarta: Kedai Disto

Di pinggir jalan Cipete, lebih tepatnya di samping RM Pagi Sore, berdiri sebuah kedai kecil yang tampak sederhana. Tampilannya yang seperti rumah mengundang siapa pun untuk masuk dan mengetahui menu yang mereka sajikan. Dari luar, terdengar alunan musik dari pengeras suara yang menyiarkan lagu-lagu tahun 1980-an, yang mendatangkan nostalgia bagi siapa pun yang mendengarkan.

Namanya Kedai Disto. Didirikan pada 1999 oleh Widodo Disto yang berprofesi sebagai musisi perkusi. Jadi, tidak heran jika interior kedai sederhana ini juga mengandung bernuansa musik. Ada alat musik, seperti angklung dan ukulele, serta piringan hitam yang jadi hiasan. Tidak hanya itu, nuansa ‘80-an pun terasa dari gambar serta tulisan yang tertempel di dinding. Kursi dan meja kayunya pun menimbulkan suasana nyaman. Perasaan saya langsung terbawa ke warung-warung kecil di pinggir jalan Legian di malam hari.

Kedai Disto memang menjajakan menu utama ikan, terutama ikan patin bakarnya yang sudah terkenal. Tidak hanya di kalangan masyarakat sekitar, orang-orang terkenal, seperti Hanung Bramantyo, Tyas Mirasih, Sheila on 7, Maliq n D’essentials, Tompi, dan Samuel Rizal juga mengenalnya. Selain patin, ada juga menu ikan gurame, lele, hingga yang membuat Anda tergelitik mencoba (tapi ragu): belalang. Ikan di Kedai Disto juga tidak hanya disajikan dengan cara digoreng atau dibakar, tetapi juga bisa Anda pesan dalam bentuk sup.

kedai disto

Karena penasaran dengan patin bakar yang diunggulkan, saya pun memesan menu ini. Proses memasaknya sendiri cukup lama karena ikan baru akan dibersihkan, dibumbui, dan dibakar begitu ada pesanan. Hal ini tentu saja dilakukan untuk menjaga kualitas ikan agar tetap terasa segar saat dihidangkan.

Begitu ikan tersaji, air liur saya langsung terbit. Tampilan ikan patin bakar yang diberi sapuan kecap terasa begitu lezat. Tidak heran jika patin bakar ini banyak dicari pengunjung. Patin yang saya pilih berukuran besar, bisa untuk dua orang. Kalau datang beramai-ramai, Anda bisa memesan patin bakar ukuran super atau ekstra super. Daging ikan patin bakar Kedai Disto memang gurih dan lembut. Bumbu kecapnya terasa hingga bagian dalam ikan. Sebagai pelengkap, saya menambahkan empat macam sambal yang bisa diambil sendiri, yaitu sambal kecap, sambal matah, sambal merah, dan sambal hijau.

Awas, hati-hati saat mencicipi patin bakar ini karena Anda bisa ketagihan dan tanpa sadar sudah menghabiskan berpiring-piring nasi.

Anda juga dapat membaca artikel ini di The Jakarta Post:Delicious ‘ikan patin bakar’ in a cozy setting

Jl. Cipete Raya No. 1B, Fatmawati
Jakarta Selatan
T: (021) 766 3805
Buka setiap hari, pukul 10.00-02.00 WIB
Rp70.000/US$5,20 per orang


RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *