Lombok: Sate Bulayak Suranadi

Yang membedakan sate bulayak dengan jenis sate lainnya adalah penggunaan bulayak (sejenis lontong) sebagai elemen pelengkap.

Sudah bukan rahasia kalau masyarakat Indonesia gemar dengan hidangan sate. Di Lombok saja, terdapat empat jenis sajian sate lokal, mulai dari sate lilit, sate tanjung, sate rembiga, sampai sate bulayak. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda satu sama lain. Pada hari pertama saya singgah ke Lombok, saya berkesempatan untuk mencicipi sate bulayak, dan pengalaman kuliner ini masih berkesan bagi saya hingga sekarang.

Anda dapat dengan mudah menemukan penjaja sate bulayak di hampir setiap sudut Pulau Lombok. Meski demikian, setelah melakukan riset yang cukup teliti, saya pun menjatuhkan pilihan kepada Sate Bulayak Suranadi. Terletak di daerah Suranadi yang terkenal akan pura dan wisata alamnya yang cantik, warung makan di area ini telah mendapatkan banyak ulasan positif di internet, baik dari turis domestik, maupun mancanegara.

Suranadi merupakan bagian dari Lombok Barat, dan dapat dicapai sekitar 45 menit perjalanan darat dari Kota Mataram. Sesampainya di sana, saya cukup kaget, karena ternyata banyak warung makan yang menyajikan sate bulayak sebagai hidangan utama. Semuanya memadati area parkir Taman Suranadi dan terletak persis di samping Pura Suranadi. Hanya memiliki waktu yang terbatas dan tidak ingin perjalanan saya sia-sia, saya pun memasuki Warung Diah yang berada di sebelah kanan dari gerbang parkir.

Setelah memesan makanan, saya iseng bertanya kepada seorang perempuan muda yang sedang mempersiapkan hidangan sate soal warung makannya. Cukup mengesankan melihat dia menceritakan sejarah Warung Diah, namun di saat yang bersamaan tetap meracik bumbu sate dengan telaten. Dia menjelaskan bahwa dia mewarisi bisnis ini dari sang nenek yang telah memulai usahanya sejak awal 1990-an.

“Daerah ini selalu ramai oleh pengunjung yang ingin rekreasi ke taman dan melihat pura bersama keluarga di akhir pekan. Mereka kemudian akan mampir ke warung ini untuk makan sate bulayak,” katanya.

Yang membedakan sate bulayak dengan jenis sate lainnya adalah penggunaan bulayak (sejenis lontong) sebagai elemen pelengkap. Lontong ini dibungkus dengan daun aren yang mirip daun kelapa. Tidak hanya itu, saus untuk sate bulayak juga berbeda dengan sate biasa. Sate bulayak menggunakan pelalah atau saus dari santan kelapa, bukan bumbu kacang.

Taman Suranadi, Lombok
Barat Nusa Tenggara Barat
Buka setiap hari, pukul 08.00-18.00 WITA
Rp.20.000/US$1,40 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *