Makassar: Konro Karebosi

Sebagian warga Jakarta mungkinsudah pernah mendengar nama Konro Karebosi. Atau malahan pernah mencicipi hidangannya di salah satu cabang rumah makan ini yang berada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Perlu Anda ketahui, Konro Karebosi adalah salah satu restoran kenamaan di Makassar. Olahan iga sapinya sangat dicintai masyarakat setempat. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencicipi makanan khas ini yang langsung disajikan dari dapurasalnya saat berkunjung ke Makassar.

Nama besar Konro Karebosi benar-benar dirintis dari nol. Berawal pada 1968, Konro Karebosi hanyalah sebuah warung kaki lima di pusat jajan di pusat kota Makassar yang sangat tersohor kala itu, Lapangan Karebosi. Disitulah sebutan “Karebosi” tercetus dan dipatenkan menjadi nama yang melekat hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu, Konro Karebosi pindah ke Jalan Gunung Lompobattang dan menempati sebuah gedung permanen yang modern.

konro karebosi

Mari menilik kembali momen ketika saya bertandang ke rumah makan Konro Karebosi. Saat itu,jam menunjukkan pukul 6 sore, matahari perlahan mulai menghilang dari pandangan di sisi barat kota. Jelas ini bukanlah jam makan malam yang ideal. Namun, suasana di rumah makan tersebut sangatlah ramai. Kesibukan pelayan-pelayan yang hilir mudik mencatat pesanan dan mengantar hidangan ke meja-meja diiringi gemuruh suara para pelanggan bercengkrama sambil bersantap menjadi atmosfer yang tersajikan sore itu.

Satu-satunya tempat duduk yang tersedia berada di pojok ruangan yang berdekatan dengan dapur. Tak ada pilihan lain, saya menempati tempat yang tersisa tersebut. Pilihan saya hari itu jatuh kepada konro bakar yang memang merupakan menu andalan di sini. Layaknya hidangan yang dibakar, proses pengolahannyasejatinya memakan waktu. Namun, tidak demikian dengan Konro Karebosi. Pesanan saya datang hanya dalam hitungan menit, kira- kira 5 menit lamanya. Sepertinya, iga-iga sapi tersebut telah dipersiapkan setengah matang sebelum dibakar sempurna sesuai permintaan.

Konro bakar yang disuguhkan terdiri atas dua potong iga dengan ukuran yang lumayan besar, dipenuhi lumuran bumbu kacang. Dari gigitan pertama, dapat ditebak iga-iga sapi tersebut dibumbui dengan baik sebelum mendarat di atas alat pemanggang. Bumbu kacang yang kental dan gurih memperkuat citarasa hidangan tersebut. Satu hal yang amat disayangkan, kenikmatan bersantap sedikit terganggu dengan beberapa bagian iga yang cenderung agak keras dan susah dipotong. Mungkin itu bukan hari keberuntungan saya. Atau mungkin restoran ini sepatutnya bisa lebih menjaga kualitas disetiap hidangan yang disajikan?

Anda juga bisa baca artikel ini di The Jakarta Post:Savoring ‘konro bakar’, the pride and joy of Makassar

Jl. Gunung Lompobattang No.41–42,
Makassar
T: (0411) 361 2157
Buka setiap hari, pukul 13.00–23.00 WITA
Rp70.000/US$5,30 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *