Medan: Lontong Kak Lin

Sebagai salah satu hidangan terpopuler di Medan, ada lebih banyak penjaja lontong sayur medan di ibu kota Sumatra Utara tersebut dari yang Anda bayangkan. Namun, yang terbaik di antaranya adalah Lontong Kak Lin.

Kak Lin—atau Nuzulina, seperti yang tertera di KTP-nya—memulai bisnis lontong sayurnya pada 1994 dengan membuka sebuah warung kecil di depan SMAN 1 Medan. Khusus menyajikan sarapan untuk para murid dan orangtua, bisnisnya berkembang pesat. Akhirnya, dia pun membuka toko sendiri di seberang sekolah tersebut dan menamainya Lontong Kak Lin.

Untuk menghindari kerumunan pelanggan di pagi hari, saya datang sedikit lewat jam 10 pagi. Tempatnya nyaris kosong. Hanya ada beberapa pelanggan yang tersisa. Setelah memesan lontong sayur medannya, saya duduk dan mengamati sekitar saya. Ternyata mereka juga menyajikan lupis (ketan berbentuk segitiga dengan taburan kelapa parut dan gula aren), nasi gurih (nasi yang dimasak dengan santan), dan sate kerang.

longtong kak lin longtong kak lin

Saya mengambil setusuk sate kerangnya. Dibalut berbagai macam bumbu, di antaranya biji ketumbar, jahe, serundeng, merica, dan cabai; racikan ini menghilangkan aroma amis pada kerang serta menyuntikkan rasa gurih dan pedas. Awal yang bagus dalam sesi santap kali ini.

Merasa puas, saya kemudian melahap hidangan utamanya, yakni lontong sayur medan. Lontongnya memiliki tekstur yang kenyal dan berpadu baik dengan kuah santannya yang gurih. Di sampingnya terdapat tauco udang, beberapa potong telur rebus, dan keripik kentang yang telah dimaniskan. Hanya perlu satu sendok untuk membanjiri lidah saya dengan campuran rasa pedas, manis, dan gurih yang lezat.

Meski begitu, saya harus mengakui bahwa seporsi lontong sayur medan untuk sarapan terasa terlalu berat untuk perut saya. Namun, rasanya memang terlalu nikmat untuk ditolak. Benar-benar hidangan yang harus Anda coba ketika berkunjung ke Medan.

Jl. T. Cik Ditiro,
Medan, Sumatra Utara
T: 0811 633 0330
Buka setiap hari dari jam 07.00-16.00 WIB
Rp25.000/US$1,90 per orang


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *