Bandung: Nasi Bancakan

Keanekaragaman budaya Indonesia memberikan banyak keuntungan bagi kita, termasuk di antaranya beraneka hidangan menggiurkan yang berbeda dari satu kota ke kota lainnya. Meski jaraknya tak terlalu jauh, Jakarta dan Bandung menawarkan hidangan lokal khas, mulai dari yang dijual di warung pinggir jalan hingga restoran mewah. Seringkali, orang-orang dari ibu kota menempuh tiga jam perjalanan dengan mobil ke Kota Kembang hanya untuk mencicipinya.

Satu tempat yang menjadi favorit warga Jakarta adalah Nasi Bancakan, yang menyajikan beraneka ragam hidangan Sunda dengan harga terjangkau. Saking populernya, saya sampai terjebak antrean panjang di konter swalayannya selama satu jam saat berkunjung di suatu Sabtu. Belajar dari kesalahan tersebut, kali ini saya datang di hari kerja.

Saya harus mengatakan kalau nasi liwetnya (nasi dengan santan, ayam, dan telur) adalah salah satu yang terbaik di Kota Bandung. Saya memesan hidangan tersebut dengan seporsi usus sapi goreng, perkedel jagung, daun singkong, dan sambel dadak (sambal segar). Disajikan di atas piring aluminium, tekstur usus sapi gurihnya empuk dan menyisakan sedikit rasa manis di lidah.

Indonesian FoodIndonesian Food

Mengakhiri sesi santap, saya memilih kue bolu klasik dari Garut dan Bandung, yakni kue balok. Mereka menyediakan tiga rasa: orisinal, cokelat, dan keju. Saya memilih dua yang terakhir. Dipanggang dengan kompor arang, butuh waktu antara lima sampai sepuluh menit sampai matang. Teksturnya padat, tetapi lembut, dengan rasa mentega.

Jl. Trunojoyo No. 62,
Bandung
T: 022 420 3650
Harga: Rp30.000/US$2,20 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *