Padang: Rumah Makan Ajo Paris

Sudah jelas saya akan dihadapkan dengan banyak pilihan masakan Padang autentik di kota asalnya. Namun, satu tempat yang saya anggap pantas dikunjungi kembali adalah Rumah Makan Ajo Paris. Tidak seperti pesaing-pesaingnya yang lebih populer, tempat ini masih mempertahankan tampilannya, lengkap dengan meja dan bangku kayu panjang yang mengakomodasi pengunjung selama puluhan tahun.

Bagi Rumah Makan Ajo Paris, semuanya bermula pada 1980-an, sebelum mereka menjadi tempat makan yang layak. Berawal dari gerobak kayu dan lontong sayur (lontong dengan labu siam dalam santan), saat memasuki tahun 1990-an, Ajo Paris mampu menyewa lahan kosong, tempat gerobaknya biasa mangkal, dan mendirikan bangunan rumah makan sendiri. Beberapa tahun kemudian, bisnisnya diperluas dengan pembukaan cabang tak jauh dari lokasi tersebut.

rumah makan ajo parisrm ajo paris

Lompat ke 2016, Rumah Makan Ajo Paris menjadi rumah makan yang cenderung sangat ramai pada jam makan siang. Mereka menawarkan tiga hidangan khas: ayam bakar, gulai kepala ikan, dan dendeng batokok (daging sapi bakar berbumbu). Dari ketiga hidangan tersebut, saya memilih yang terakhir karena hidangan ini jarang ditemui di restoran-restoran Padang di Jakarta.

Diantarkan ke meja saya dengan sepiring nasi putih dan tumis tauge, nasinya diguyur kuah santan. Taugenya segar dan dimasak dengan baik, sementara bintang hidangannya—dendeng batokok—lebih tebal dibanding dendeng goreng biasa. Teksturnya juga empuk dan lembut, tak serenyah perkiraan.

Jl. S. Parman No. 126,
Padang, Sumatra Barat
T: (0751) 705 2219
Buka setiap hari dari jam 07.00-22.00 WIB
Rp20.000/US$1,50 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *