READING

Palembang: Rumah Makan Nasi Minyak H. Abuk

Palembang: Rumah Makan Nasi Minyak H. Abuk

Saya belum pernah merasakan nasi minyak (nasi gurih dengan ghee atau mentega leleh) dalam hidup saya sebelum berkunjung ke Palembang. Oleh karena itu, kesempatan untuk mencicipi hidangan khas yang sangat populer di kota tersebut membuat saya bersemangat. Setelah mendatangi sejumlah tempat makan, Rumah Makan Nasi Minyak H. Abuk jadi tujuan saya selanjutnya–sebuah tempat makan yang terkenal menjajakan nasi minyak terenak di Kota Palembang selama 35 tahun terakhir.

Tak mengetahui cara memesan di tempat makan seperti ini, saya langsung mendatangi konternya. “Duduk saja dulu, nanti kami akan mengantarkan makanan Anda,” kata seorang laki-laki paruh baya yang berdiri di sana. Dalam waktu kurang dari lima menit, beragam pilihan makanan diantar dan ditumpuk di meja ala rumah makan Padang. Ketika ditanya saya ingin makan dengan nasi minyak atau nasi putih, saya menetapkan pilihan yang sudah jelas, yakni nasi minyak.

Saya letakkan sepotong ayam goreng dan pentol (sate sapi dan kol) di atas sepiring nasi minyak. Ayamnya dimasak dengan baik dan meninggalkan sedikit rasa manis di lidah, sementara pentolnya gurih dan empuk dengan tekstur agak renyah berkat kolnya. Nasi minyaknya tidak terlalu berminyak seperti yang saya bayangkan; hidangan ini dibumbui dengan cukup baik dan memiliki bau wangi kapulaga yang menyegarkan.

Jl. Dr. M. Isa No. 823 (near Pasar Kuto),
Palembang
T: (0711) 352 656
Buka setiap hari, pukul 08.00-18.00 WIB
Rp40.000/US$3 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *