READING

Makassar: Sop Ubi Hj. Haniah Datumuseng

Makassar: Sop Ubi Hj. Haniah Datumuseng

Sejatinya, semangkuk sup daging sapi hangat sangat nikmat dan mengenyangkan bila disantap dengan nasi. Itulah kombinasi yang ideal bagi masyarakat Jakarta, termasuk saya. Namun, yang
disajikan di Makassar justru berbeda. Di sana, Anda akan menemukan sup daging sapi dengan kuah bening menyegarkan yang dikombinasikan dengan potongan-potongan singkong, sebuah hidangan yang dikenal dengan sebutan sup ubi.

Bagi Anda yang kebetulan sedang berkunjung ke Makassar dan ingin mencicipi lezatnya sup ubi, segera arahkan langkah Anda ke Jalan Datumuseng. Di sini, Anda akan menemukan sebuah kedai sup ubi yang sudah sangat tersohor, yaitu Sop Ubi Hj. Haniah. Tempatnya tidak besar dan megah di pinggir jalan raya, alih-alih Anda harus berjalan melewati gang sempit untuk mencapai kedai ini.

Siapa sangka kedai yang hanya menempati ruangan berukuran tidak lebih dari 3×4 meter dengan langit-langit rendah ini ternyata pernah dianugerahi gelar sebagai warung terfavorit untuk kategori sup ubi pada 2012. Pengunjung yang menyambangi tempat ini pun seakan tidak ada habisnya. Suhu ruangan yang sering kali terlalu pengap tidak menghambat para pelanggan setianya untuk terus datang.

Tempat ini pun selalu menjadi pilihan utama para selebriti ibu kota saat bertandang ke Makassar. Melihat popularitasnya yang bertolak belakang dengan kapasitas bangunan yang memang sangat
kecil, dapat dipastikan Anda akan mendapati warung yang penuh sesak dan agak panas hampir setiap saat. Saya pun harus rela mengantre tempat duduk sambil bermandikan keringat saat berada
di sana. Padahal, saya datang pada jam lima sore, jauh dari jam makan siang ataupun makan malam.

Tak ada daftar menu di sana, makanan yang tersedia hanya sup ubi. Hidangan ini terdiri atas sohun, singkong yang dipotong berbentuk kotak, potongan daging sapi, taoge, telur rebus, daun bawang dan seledri, serta sedikit taburan bawang goreng di atasnya. Layaknya sup daging sapi di ibu kota, ada sedikit jejak rasa hangat dari lada dalam kuahnya, yang menjadikan hidangan ini terasa sangat segar.

Porsinya yang cukup besar tidak sebanding dengan jumlah potongan daging di dalam supnya, satu hal yang memang sangat disayangkan. Namun, yang patut digarisbawahi di sini adalah tekstur dan rasa singkongnya yang ternyata bisa memberikan kenikmatan tersendiri saat dilahap bersama kuah supnya. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, saya cukup puas dengan suguhan
makanannya dan pastinya akan menyempatkan diri untuk kembali ke sini di masa yang akan datang.

Anda pun dapat membaca artikel ini di The Jakarta Post: Up close and personal with Makassar’s unique ‘sup ubi’

Jl. Datumuseng
Makassar
T: 0815 2498 2909/0812 4527 9591
Buka setiap hari, pukul 07.00-21.00 WITA
Rp50.000/US$3,80 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM
KNOW US BETTER