Bali: Nasi Campur Men Weti

“Saat mencicipi sesuap nasi campur ini, Anda akan terkesiap dengan rasa gurih ayam suwirnya, telur pedasnya, dan sedikit rasa pahit dari sayurannya.

Sebelum saya berangkat ke Bali, hampir semua orang yang saya temui merekomendasikan saya untuk mengunjungi warung Nasi Campur Men Weti. Bahkan, managing director Good Indonesian Food pun menyarankan saya untuk pergi ke sana. Saat saya berada di Bali, saya memaksakan diri untuk bangun lebih pagi dan nasi campur Bali yang tersohor itu di warung tersebut, yang terletak di area Pantai Sanur. Warung tersebut buka mulai jam 8 pagi, dan ketika saya sampai di sana, trotoar yang ada di dekat warung sudah penuh sesak oleh pengunjung yang duduk santai di atas kursi plastik sembari menikmati makanan khas Bali tersebut.

Seorang perempuan berusia kira-kira tiga puluh tahunan bergerak dengan gesit menerima pesanan dan meracik nasi campur Bali yang istimewa dengan tangannya—saya rasa sangat tidak direkomendasikan untuk orang-orang yang kelewat higienis. Ketika memesan makanan, saya melihat Men Weti duduk di balik stan, menyiapkan sejumlah hidangan. Antrean di sini bisa sampai 30 menit, jadi saya sudah mempersiapkan diri. Namun, ternyata saya sedang beruntung, pesanan saya datang dalam waktu 10 menit saja.

Terlepas dari metode penghidangan yang kurang higienis, saya jamin tempat ini layak dikunjungi. Seporsi Nasi Campur Men Weti berisi ayam betutu suwir (ayam kukus khas Bali), lawar (beragam sayur ala Bali), telur ayam rebus pedas, kacang goreng, dan sambal matah (potongan bawang dan cabai yang dicampur dengan minyak kelapa). Saat mencicipi sesuap nasi campur Bali ini, Anda akan terkesiap dengan rasa gurih ayam suwirnya, telur pedasnya, dan sedikit rasa pahit dari sayurannya. Kulit ayam gorengnya seperti dosa yang nikmat, apalagi dengan teksturnya yang renyah dan rasanya yang asin, membuatnya semakin sulit untuk ditepis. Runyam sudah diet saya.

Warung ini penuh pengunjung, jadi saya tidak berhasil berbincang-bincang dengan Men Weti untuk mengulik-ulik informasi tentang menu makanan khas Bali ini dan bisnisnya. Satu-satunya informasi yang berhasil saya dapatkan darinya adalah warung ini telah berdiri lebih dari 30 tahun. Saya tidak perlu khawatir karena saya pasti akan kembali ke warung ini dan mungkin nantinya akan berhasil bercakap-cakap dengan perempuan ramah tersebut.

bali-heritage-nasi campur men weti

Jl. Pantai Segara Sanur,
Bali
Buka tiap hari, pukul 08.00 – 11.00 WITA
Rp30.000/US$2,10 per porsi


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *