Bali: Nasi Tahu Sukawati


“Meskipun sangat sederhana, hidangan ini unik, terdiri atas nasi, tahu goreng, sayur urap kacang panjang (campuran sayuran dengan kelapa parut berbumbu dan kacang panjang), kerupuk tahu, dan sambal terasi.

Keinginan saya untuk memperkenalkan kembali tempat-tempat makan lama di Bali yang mulai terlupakan mengantarkan saya ke area-area yang sebelumnya tak terbayangkan. Pengalaman ini juga mengajarkan saya bahwa kejutan-kejutan menyenangkan dapat muncul di saat-saat yang tak terduga. Salah satu contohnya, saat saya menemukan Nasi Tahu Sukawati secara tidak sengaja.

Setelah seharian mengitari Kuta, Seminyak, Denpasar, dan Ubud, saya mengunjungi Desa Sukawati untuk menginvestigasi Sate Lilit Pak Komang yang terkenal. Saya buka Google Maps di ponsel pintar dan menemukan bahkan lokasinya berdekatan dengan tempat oleh-oleh ternama Pasar Sukawati. Mendekati destinasi, saya melihat sebuah tempat makan bernama Nasi Tahu yang ditandai di peta. Insting penggemar kuliner saya terpacu, mendorong saya untuk melakukan pemberhentian tak terjadwal ke tempat makan tersebut.

Untungnya, intuisi saya terbukti membawa berkah. Saat masuk, dua perempuan—satu berusia 70-an tahun dan yang lain tampaknya baru beranjak 50 tahun—sedang sibuk mengepak makanan untuk dibawa pelanggannya. Tempat makan ini hanya terdiri atas dapur, sebuah meja kayu tempat menaruh makanan, dan dua kursi plastik untuk pelanggannya—benar-benar” mewah”.

Sesudah memesan satu pak hidangan andalannya, saya mencoba berbincang dengan perempuan yang lebih tua untuk mendapatkan informasi lebih tentang tempat makan ini. Namun, mungkin karena usianya yang sudah tua, perempuan itu kesulitan mendengar perkataan saya, yang membuat percakapan tersebut terasa canggung. Untungnya, ada rekannya yang lebih muda yang kemudian turun tangan saat perbincangan mencapai titik buntu. Ternyata perempuan yang lebih tua itu adalah ibunya yang bernama Ibu Surti, sementara dia memperkenalkan dirinya sebagai Ibu Murni. Perempuan yang lebih tualah yang memulai bisnis ini pada 1960-an.

Sekarang, untuk nasi tahunya, hal pertama yang harus Anda ketahui kalau mau makan di tempat, tidak ada peralatan makan sehingga Anda harus makan dengan tangan. Mayoritas pengunjung tempat makan ini memesan makanan untuk dibawa pulang, saya pun demikian. Meskipun sangat sederhana, hidangan ini unik, terdiri atas nasi, tahu goreng, sayur urap kacang panjang (campuran sayuran dengan kelapa parut berbumbu dan kacang panjang), kerupuk tahu, dan sambal terasi. Pencinta makanan pedas akan menyukai hidangan ini karena kepedasan sambalnya dapat membuat lidah terbakar, dan ketiadaan daging membuat makanan ini mudah ditelan. Yang penting Anda mencuci tangan terlebih dulu sebelum memutuskan untuk makan langsung di warung.

Jl. Lettu Wayan Sutta II,
Sukawati, Bali
Buka setiap hari, pukul 07.00-13.00 WITA
Rp7.000/US$0,60 per porsi


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *