READING

Bali: Pak Mangku Gunung Lebah

Bali: Pak Mangku Gunung Lebah


“Ketika saya membuka pelepahnya, aroma lezat menyeruak ke udara, membuai penciuman saya dan menerbitkan rasa lapar yang lebih besar.”

Ayam betutu adalah salah satu makanan yang terkenal di Pulau Dewata. Di sisi lain, bebek betutu—versi bebek dari makanan ini—tidak terlalu populer karena membutuhkan usaha lebih untuk membuatnya.

Pak Mangku Gunung Lebah adalah salah satu tempat yang menyajikan bebek betutu. Tempat ini bukan restoran, juga bukan sebuah warung. Pak Mangku menyajikan ayam dan bebek betutu di rumahnya, berdasarkan pesanan yang datang. Pembeli harus memesan sehari sebelumnya, kemudian mengambil pesanan di kediaman Pak Mangku. Berbeda dengan kelangkaan bebek betutu, ayam betutu bisa didapatkan dengan mudah di pulau ini. Namun, hanya di tempat Pak Mangku Anda bisa mendapatkan cita rasa betutu yang pas dan autentik.

Setelah memesan satu hari sebelumnya, saya datang untuk mengambil pesanan. Cucunya, Wayan, menyerahkan sebuah kantong plastik. Karena saya sangat penasaran dengan tempat ini, saya langsung memberondonginya dengan pertanyaan. Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena Wayan tidak tahu sama sekali kapan keluarganya memulai bisnis ini. Sadar kalau saya tidak bisa mendapatkan informasi dari Wayan, saya beranjak dari sana untuk menyantap bebek betutu karena mereka tidak menyediakan tempat makan.

Dengan tergesa-gesa, saya membuka kantong plastik tersebut di minimarket terdekat. Saya sangat penasaran kenapa masakan Pak Mangku sangat spesial. Bebeknya dibungkus pelepah pohon pisang—beberapa bagiannya terlihat gosong karena dimasak cukup lama menggunakan sekam beras.

Ketika saya membuka pelepahnya, aroma lezat menyeruak ke udara, membuai penciuman saya dan menerbitkan rasa lapar yang lebih besar. Di dalam pelepah tersebut, terdapat satu ekor bebek utuh diselimuti bumbu khas Bali. Daging bebek biasanya berserat dan alot. Namun, bebek betutu kali ini teksturnya sangat lembut, dapat dipotong dan dikunyah dengan mudah. Wayan menyebutkan kalau mereka membutuhkan waktu 12 jam untuk memasak daging bebeknya, yang memberikan keseimbangan rasa: gurih dan pedas di saat yang bersamaan.

Percobaan perdana mencicipi bebek betutu khas Pak Mangku di luar perkiraan. Saya mengharapkan Wayan mau membuka tempat makan yang layak. Namun, dia mengatakan kalau tidak ada rencana untuk memperluas bisnisnya. Saya kira, untuk saat ini, kita harus mafhum dengan standar prosedur mereka. Menu ini sangat layak untuk dicoba.

Banjar Penestanan Kaja, Sayan, Ubud
Bali
T: (0361) 977808 (pesanan harus masuk sebelum jam 3 siang)
Rp95.000/US$6,50 untuk seekor ayam dan Rp110.000/US$7,60 untuk seekor bebek.


Good Indonesian Food is a team of foodies working to preserve and promote Indonesian culinary.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *