Bali: Sate Plecing Arjuna


“Di bagian akhir satenya, mereka menyertakan sepotong lemak babi. Itu seperti hadiah ulang tahun yang mengejutkan.”

Saya bukanlah penggemar berat sate babi manis. Namun, untuk Sate Plecing Arjuna, saya akan membuat pengecualian. Pertama kalinya saya melihat sate babi manis adalah saat saya berada di sebuah restoran cina waralaba yang mengkhususkan diri menjual nasi campur. Penampilannya tidak menarik. Sate itu membuat saya mengingat hal lain, yang tidak bisa saya sebutkan di sini agar Anda tidak jijik ketika nanti melihat makanan ini.

Untuk Sate Plecing Arjuna, dengan yakin saya bisa bilang kalau ini adalah sate babi terenak yang pernah saya coba. Terletak di ujung jalan Arjuna di Denpasar, toko kecil ini sesak dengan pelanggan, saat saya masuk ke sana. Warung ini hanya menyediakan beberapa tempat duduk—maksimal 30 orang, dan tidak menyediakan penyejuk udara. Yang ada di warung ini hanya meja dan kursi kayu. Sisi baiknya, warung ini ditata dengan baik dan terlihat bersih, di samping dekorasi interior yang minim.

Suami-istri Tjo Hok Tjiang dan Tjwie Giok memulai bisnisnya pertama kali pada 1990. Hingga kini, mereka masih mengawasi bisnisnya secara langsung. Mereka berfokus pada hidangan khas Singaraja, sate plecing, sebagai fokus bisnis. Kemudian, mereka memutuskan untuk menambahkan daging babi ke dalam menu. Itu merupakan keputusan terbaik yang pernah mereka ambil.

Saat ini, menu sate babi mendapatkan lebih banyak pujian dan terjual lebih cepat ketimbang sate dagingnya. Potongan satenya berbentuk kotak dengan ukuran satu sentimeter, membuatnya terlihat menggoda. Warung ini menyajikan dua jenis sambal yang berbeda: manis dan plecing. Sambal plecing terbuat dari terasi dan cabai untuk memberikan sensasi pedas. Saya memesan sambal plecing karena saya penggemar makanan pedas. Namun, di akhir santapan saya menyadari bahwa satenya sendiri tidak membutuhkan saus apa pun karena rasanya sudah enak. Rahasianya, Ci Giok—panggilan akrab Tjwie Giok—mengungkapkan bahwa dia membumbui daging babinya dengan bahan-bahan rahasia sebelum dibakar.

Jadi, saya memesan satu porsi. Daging babinya terasa lezat, lembut, dan manis; sesuai selera saya. Di bagian akhir sate, mereka menyertakan sepotong lemak babi. Itu seperti hadiah ulang tahun yang mengejutkan. Lemak babi tersebut sedikit gosong, membuatnya kering dan sedikit renyah. Bagian dalamnya masih sedikit berair dibandingkan dagingnya. Itu membuat saya mengambil satu tusuk sate lagi agar bisa menikmati sensasi yang sama.

Selain sate plecing, warung makan ini juga menyajikan menu bakso; menu yang juga saya rekomendasikan kepada Anda. Jika Anda tidak memiliki masalah dengan bersantap di tempat yang sesak dan panas, Anda harus memasukkan Sate Plecing Arjuna ke rencana perjalanan saat Anda mengunjungi Bali.

By Jessicha Valentina

Jl. Arjuna No. 49, Denpasar, Bali
Telp: 083198228664
Buka setiap hari, pukul 08.00–17.00 WITA
Rp20.000/US$1,60 untuk satu porsi


Good Indonesian Food is a team of foodies working to preserve and promote Indonesian culinary.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *