Bali: Siobak Khe-Lok


“Daging babi panggangnya terasa lembut. Dari gigitan pertama, Anda akan bisa merasakan kalau dagingnya direbus dengan berbagai jenis bumbu untuk memperkaya rasanya.

Singaraja, yang terletak di bagian utara Bali, pernah memegang peranan penting sebagai gerbang utama Bali di masa lalu sebagai tempat pertemuan para pedagang dari seluruh dunia, khususnya dari Tiongkok, untuk melakukan transaksi jual-beli—di antara mereka akhirnya menetap di sana. Kemudian, kota ini mengalami akulturasi budaya lokal dan pendatang yang membentuk gaya hidup selama berabad-abad, bahkan dalam hal makanannya. Salah satu makanan autentik Singaraja yang telah terpengaruh budaya Bali dan Tiongkok adalah siobak (daging babi rebus dengan kuah berwarna cokelat yang kental). Hidangan ini berasal dari Tiongkok dan kemudian menyesuaikan diri dengan selera lokal—menjadikannya salah satu hidangan favorit warga lokal, khususnya di Bali Utara. Dari banyak tempat makan yang menjual hidangan ini di Singaraja, Siobak Khe-Lok menjadi tempat makan unggulan banyak orang dan masuk ke dalam daftar tempat yang harus dikunjungi.

Jika Anda berada di Bali dan tidak punya banyak waktu untuk berkunjung ke Singaraja untuk mencicipi makanan ini, Anda bisa mengunjungi cabang Siobak Khe-Lok lainnya di Denpasar. Telah berdiri sejak 1963, toko ini memiliki dua cabang di ibu kota Bali. cabang pertama dibuka pada 1975 dan lainnya pada 1995. Saya mengunjungi cabang yang kedua untuk memulai pengalaman pertama mencicipi siobak, beberapa waktu lalu. Sebenarnya, saya mengunjungi cabang yang pertama terlebih dahulu. Namun, saya kurang beruntung karena tempat itu sudah tutup ketika saya sampai sekitar jam 5.30 sore. Berdasarkan informasi dari pramusaji, saya mengetahui kalau tempat itu buka hanya sampai jam 4 sore—kemudian dia menyarankan saya untuk pergi ke cabang yang lainnya.

Terletak di jalan Gatot Subroto Barat, toko ini buka hingga jam 7 malam—lebih malam dari tempat pertama. Sepiring siobak yang saya pesan berisi potongan daging babi rebus dan kerupuk kulit babi, lengkap dengan kuah berwarna cokelat pekat dan kental sebagai sausnya. Anda juga bisa memesan jeroan babi untuk dicampur ke dalam campuran tersebut. Kuahnya yang asin memiliki cita rasa yang kaya dengan sedikit rasa manis dan pedas. Daging babi panggangnya terasa lembut. Dari gigitan pertama, Anda akan bisa merasakan kalau dagingnya direbus dengan berbagai jenis bumbu untuk memperkaya rasanya.

Karena tokonya sudah mau tutup, saya buru-buru menghabiskan makanan saya. Saya benar-benar berharap ke sini lebih awal untuk bisa menikmati makanan ini sedikit demi sedikit tanpa harus tergesa-gesa.

Jalan Gatot Subroto Barat,
Denpasar
Buka setiap hari, pukul 10.30-19.00 WITA
Rp40.000/US$2,90 per orang.


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *