Bali: Warung Kasihan


“Sate kambingnya memiliki rasa yang mirip dengan yang biasa Anda temui di Jakarta, tetapi sate ini bertekstur kenyal sempurna tanpa aroma prengus yang biasanya menguar dari hidangan berbahan daging kambing.

Perjalanan singkat ke Kuta yang saya lakukan baru-baru ini memberikan saya kesempatan untuk menyaksikan kemegahan matahari terbenam dan menghamburkan rupiah untuk berbagai macam pernak-pernik. Suatu sore, saat tengah mengitari kota ini, saya mampir ke Pasar Senggol Kuta untuk mengisi perut yang keroncongan. Di sana saya menemukan Warung Kasihan, sebuah restoran yang mengkhususkan dagangannya pada sate kambing dan sate ayam. Tertarik dengan namanya, saya pun segera menghampiri restoran tersebut.

Toko ini merupakan satu dari banyak gerai yang sudah buka saat saya sampai di sana jam 3 sore. Diawali dari sebuah warung sederhana pinggir jalan di Jalan Blambangan yang digagas oleh H. Mardju pada 1965, Warung Kasihan telah mengalami pasang-surut dalam perjalanan bisnisnya. Sebuah keberuntungan membuka kesempatan untuk melakukan ekspansi, yang ditandai dengan pembukaan beberapa cabang di penjuru kota. Namun, cabang-cabang ini tidak bertahan lama dan ditutup beberapa tahun kemudian. Saat ini, warung ini dijalankan oleh cucu sang pendiri.

Bukan hal yang istimewa ketika saya memesan sate ayam dan sate kambing saat berkunjung ke sana. Meskipun pengunjung pasar malamnya sedikit, tempat makan ini tetap dipenuhi pelanggan. Sate kambingnya memiliki rasa yang mirip dengan yang biasa Anda temui di Jakarta, tetapi sate ini bertekstur kenyal sempurna tanpa aroma prengus yang biasanya menguar dari hidangan berbahan daging kambing. Potongan daging ayamnya yang tebal dibakar dengan sempurna dan saus kacang yang dibumbui dengan baik terasa lembut di lidah saya.

Jl. Blambangan, Kuta
Bali
Buka setiap hari, pukul 09.00-22.00 WITA
Rp30.000/US$2,20 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *