Bali: Warung Mina


“Saya membuka pepes guramenya dan di dalam terdapat gurami yang dibalut daun singkong, serta segudang bumbu khas bali—rasanya sangat enak.

Setelah menghabiskan seluruh minggu di Pulau Dewata dengan mencicipi beragam jenis nasi campur dan babi guling, saya mulai merasa bosan dengan petualangan kuliner saya di Bali. Jadi, di satu hari yang cerah ketika sedang berada di Denpasar, saya memantapkan hati untuk mencari hidangan lokal autentik lainnya yang bisa saya coba. Untungnya, saya berkesempatan bertemu dengan tempat bernama Warung Mina. Berharap tempat ini menyajikan hidangan tradisional unik, saya memutuskan untuk mampir.

Terletak di Jalan Astura di Peguyangan, tempat makan ini didirikan pada 1994 dan memiliki lima gerai di penjuru Bali, termasuk di Kuta dan Ubud. Menempati sebuah toko yang besar dan bagus, restoran ini dilengkapi area parkir yang luas yang bahkan mampu memuat beberapa bus. Ada dua area makan, saya memilih untuk makan di gubuk tradisional Bali di bagian depan area al fresco. Dari tempat duduk, saya bisa melihat sebuah kolam kecil yang dikelilingi beberapa gubuk di bagian bawah, sementara sisi kanan saya memberikan pemandangan sawah yang hijau.

Berdasarkan rekomendasi pramusaji, saya memesan hidangan andalan Warung Mina, pepes gurame (gurame kukus yang dibungkus daun pisang) dan semangkuk es campur (es serut dengan ragam buah) sebagai hidangan pencuci mulut. Setelah menunggu selama 10 menit, pesanan saya dihidangkan. Saya membuka pepes guramenya dan di dalam terdapat gurami yang dibalut daun singkong, serta segudang bumbu khas bali—rasanya sangat enak. Setelah menyantap pepes, saya langsung mencoba es campurnya. Rasanya segar dan manis, dengan beragam buah segar di dalamnya, seperti avokad, kolang-kaling, nangka, melon, semangka, pepaya, dan nanas.

Jl. Astasari No. 91
Peguyangan, Denpasar
Telp: (0361) 421086
Buka setiap hari, pukul 09.00–22.00 WITA
Rp85.000/US$6,10


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *