Bali: Warung Nasi Bik Juk


Es birnya sangat membantu untuk membersihkan aneka rasa yang tertinggal di langit-langit mulut saya.

Tidak banyak yang bisa dilihat atau dilakukan di Singaraja, sebuah kota di bagian utara Bali. Hidangan khasnya, ciobak (daging cincang dengan kulit tahu), bisa didapatkan dengan mudah di Denpasar. Namun, tunggu dulu. Ada hal lainnya.

Seorang warga Singaraja yang saya temui dalam perjalanan kali ini memberi tahu kalau ada dua lapak siobak paling enak di kota ini, yaitu Siobak Khe Lok dan Warung Nasi Ibu Hadijah. Siobak Khe Lok sudah memiliki beberapa cabang, tetapi Warung Nasi Ibu Hadijah tidak. Teman baru saya telah menjadi pelanggan warung ini sejak dia masih kecil. Hidangan favoritnya adalah ayam goreng, dilengkapi segelas es bir (bukan, ini bukan bir dengan es).

Saya mengikuti sarannya untuk mengunjungi warung ini. Membutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan dari Denpasar ke Singaraja dan saya sangat kelelahan saat sampai di sana. Saya harus bertanya ke beberapa warga untuk menemukan lokasi warung tersebut, yang berada di wilayah perumahan. Sesampainya di sana, saya disambut banyak pelanggan yang sedang menikmati makanan mereka, juga antrean panjang.

Selama menunggu, saya melemparkan beberapa pertanyaan kepada karyawan warung ini, seorang perempuan berumur 60 tahun. Katanya, Ibu Hadijah sedang sibuk bekerja di dapur. “Bahkan di umurnya yang ke-90, dia masih mengawasi dapur setiap hari,” ujarnya. Dia juga memberikan estimasi tentang waktu berdiri warung ini. “Mungkin 1970-an,” tebaknya.

Akhirnya giliran saya datang juga. Saya memesan ayam goreng dengan nasi. Saya juga ditawari untuk mencicipi rawon buatan mereka (sup daging khas Jawa dengan kacang hitam) dan kari. Oleh karena saya tipe orang yang sulit menolak makanan enak, saya tertarik untuk memesan keduanya. Untuk melengkapi sesi makan, saya memesan es bir, yang belakangan saya tahu kalau itu merupakan sirup gula dengan lemon dan selasih.

Semua makanan yang saya pesan memiliki cita rasa yang tajam. Kuah rawonnya tidak terlalu kental, jadi saya bisa mengenali rasa jahe yang rasa pedasnya perlahan membakar lidah saya. Ayam gorengnya sangat kaya rasa, sementara tampilan cerah dari kari sup memperdaya saya dengan rasa cengkeh dan kemirinya yang kuat saat diseruput . Es birnya sangat membantu untuk membersihkan aneka rasa yang tertinggal di langit-langit mulut saya.

Jika Anda memiliki rencana untuk mengunjungi Lovina selama berada di Bali, saya sangat merekomendasikan Anda untuk berkendara sedikit lebih jauh dan mengunjungi warung ini. Jika Anda menginap di Denpasar, saya rasa itu tidak sepadan.

bali-heritage-warung nasi bik juk2
By Jessicha Valentina

Jl. Hassanudin No. 52B,
Singaraja, Bali
Buka setiap hari, pukul 09.00–18.00 WITA
Rp30.000/US$2,10 per orang


Good Indonesian Food is a team of foodies working to preserve and promote Indonesian culinary.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *