Bali: Warung Satria


“Yang membedakan nasi campur di sini dengan nasi campur lainnya adalah semangkuk sayur nangka yang turut disajikan dan juga sambalnya yang menggunakan potongan cabai, alih-alih cabai ulek.

Sebagai ibu kota Bali, Denpasar dikenal dengan deretan rumah makan tua yang menawarkan beragam sajian tradisional. Selama kunjungan saya ke sana baru-baru ini, saya menemukan tiga diantaranya yang terletak berdekatan di bagian utara kota: Sate Plecing Arjuna, Warung Wardani, dan Warung Satria. Setelah mencoba nasi campur di Warung Wardani, tanpa pikir panjang saya pun melangkahkan kaki ke Warung Satria yang hanya memakan waktu tiga menit berjalan kaki. Lagi-lagi, untuk mencicipi hidangan nasi campur.

Warung Satria didirikan pada 1970 dan telah dikenal luas sebagai salah satu restoran wajib kunjung di Bali. Para food blogger bahkan kerap memuji hidangan andalan di rumah makan ini – salah satu indikasi bahwa reputasinya yang cemerlang bukan mitos belaka. Warung Satria memiliki empat cabang yang seluruhnya berlokasi di Denpasar dan Kuta.

Jarum jam menunjukkan pukul 15.30 ketika saya tiba di rumah makan ini. Mengingat waktu jam makan siang telah lama berakhir, wajar saja kalau saat itu saya merupakan satu-satunya pelanggan yang datang. Niatnya, saya hanya mencoba beberapa suapan nasi campur sekadar untuk mengetahui rasanya. Apalagi, saya baru saja makan siang. Namun, seperti kata pepatah “Manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang menentukan”, saya tidak sanggup menahan diri, dan akhirnya malah melahap nasi campur pesanan saya sampai tak bersisa.

Terdiri dari suwiran ayam pedas, sepotong ayam, sate lilit, sate sapi, telur rebus, usus goreng, udang crispy, dan kacang panjang, hidangan ini menawarkan kombinasi menu yang sempurna – dijamin akan meruntuhkan pertahanan diri seseorang yang sedang menjalani program diet, seperti saya. Yang membedakan nasi campur di sini dengan nasi campur lainnya adalah semangkuk sayur nangka yang turut disajikan dan juga sambalnya yang menggunakan potongan cabai, alih-alih cabai ulek.

Jl. Kedondong No. 11
Denpasar Utara
Telp: 0361 235 993
Buka setiap hari, pukul 09.00-21.00 WITA
Rp.50.000/US$3,60 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *