Bali: Warung Wardani


“Hidangan sate lilit, sate sapi, telur rebus, buncis, sayur nangka, ayam suwir, dan empal siap menemani pengalaman bersantap saya siang itu.

Pulau Bali sudah pasti identik dengan hidangan nasi campur. Dan jika Anda berkunjung ke sini, Anda tidak akan kesulitan menemukan restoran yang menawarkan menu nasi campur sebagai menu andalan. Tiap restoran biasanya memiliki ragam hidangan pelengkap yang berbeda untuk menemani sajian nasi campur Anda. Namun, jika Anda memiliki waktu yang terbatas, ada baiknya kerucutkan pilihan Anda dengan mengunjungi salah satu restoran nasi campur rekomendasi kami di Pulau Dewata: Warung Wardani.

Meskipun juga menawarkan menu soto babat dan soto ayam, rumah makan ini terkenal akan hidangan nasi campur sebagai menu andalannya. Didirikan pada akhir 1980-an, restoran ini selalu dipenuhi oleh para pelanggan, baik lokal maupun mancanegara setiap harinya. Oleh karena itu, tidak heran kalau Warung Wardani sering tutup lebih awal dari jam operasionalnya (08.00-16.00), lantaran kehabisan pasokan saking larisnya.
Saya mengunjungi restoran ini di gerai utamanya di Jalan Yudistira, Denpasar – cabangnya tersedia di Renon – dan cukup beruntung mendapati sebagian besar menunya masih tersedia, walaupun saya tiba pada pukul dua siang. Setelah duduk, saya langsung memanggil pelayan dan memesan – apalagi, kalau bukan – nasi campur.

Begitu pesanan tiba, saya mengamati menu pelengkap untuk nasi campur saya. Hidangan sate lilit, sate sapi, telur rebus, buncis, sayur nangka, ayam suwir, dan empal siap menemani pengalaman bersantap saya siang itu. Karena sudah lapar, saya pun langsung menyuap menu di hadapan saya tanpa basa-basi. Empalnya sedikit renyah dan memiliki sedikit rasa pedas, agak mirip dengan dendeng balado. Untuk sate lilitnya, Warung Wardani sepertinya sengaja mengurangi rempah dan bumbu, sehingga rasa sate lilit terasa lebih fresh jika dibandingkan dengan sate lilit lain yang biasa saya temui.

Jl. Yudistira No. 2
Denpasar Utara, Bali
Buka setiap hari, pukul 08.00-16.00 WITA
Rp.25.000/US$1,80 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *