READING

Banda Aceh: Bu Si Itek Bireuen

Banda Aceh: Bu Si Itek Bireuen


Umumnya, ada dua faktor krusial yang mampu meyakinkan pelanggan untuk datang kembali ke sebuah restoran: makanan lezat dan harga terjangkau. Namun, kenyataannya tempat makan seperti itu sulit ditemui. Meski demikian, sesekali, tempat yang langka seperti Bu Si Itek Bireuen muncul. Didirikan oleh warga asli Bireuen Ustad Hery pada 2000, tempat makan ini menyuguhkan dua faktor tersebut dengan baik.

Saat berkunjung ke sana, saya berhasil melahap dua potong gulai bebek dengan nasi, seporsi ikan asin, dan pacri nanas (nanas yang dibumbui). Gula bebeknya kaya rasa. Dagingnya yang berair berpadu sempurna dengan kuahnya yang gurih. Teksturnya yang pekat semakin nikmat dengan tambahan ikan asin dan nanas masaknya yang segar.

Dengan layanan yang juga patut diacungi jempol—pramusaji Al Mursalin dan Ilyas sangat bersahabat dan penuh perhatian—pengalaman saya di Bu Si Itek Bireuen terasa tanpa cela. Ketika saya berpikir pengalaman ini tak bisa lebih baik lagi, saya menerima bon pesanan saya. Totalnya hanya Rp29.000. Gila kan? Saya mengecek ulang harganya, bahkan menanyakan langsung ke Al Mursalin, memastikan dia telah menjumlah harganya dengan tepat. Memang benar, total biayanya hanya Rp29.000.

Jadi, kalau Anda mencari makanan yang enteng di kantong dan memuaskan di lidah, Bu Si Itek Bireuen adalah tempat yang tepat. Namun, perhatikan jadwal shalat karena biasanya para pegawai meninggalkan tugas mereka untuk menjalankan ibadah di masjid seberang jalan.

Jl. Teuku Umar, Setui,
Banda Aceh
Buka setiap hari dari pukul 11.00-15.00 dan 17.00-22.00 WIB
Harga: Rp20.000/US$1,50 per porsi


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *