Bandung: Cireng Cipaganti


Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Meskipun sepanjang Jalan Cipaganti, Bandung macet, saya berhasil mengumpulkan cukup niat untuk berusaha mencari Cireng Cipaganti yang ternama. Setelah melewati sebuah pom bensin, akhirnya saya berhasil menemukan sebuah gerobak kecil terparkir di bawah tenda biru di pinggir jalan dengan spanduk besar berwarna kuning bertuliskan “Cireng Cipaganti – Cireng Legendaris Sejak 1990”. Tanpa menarik napas dulu, saya langsung memarkirkan mobil saya di sebelah warung tersebut dan bergegas keluar.

Saat saya mendekat, seorang laki-laki sedang sibuk menaruh cireng ke dalam kantung kertas untuk seorang perempuan tua di sebelahnya. Dua orang lainnya sibuk menyiapkan adonan dan dengan lembut memasukkannya ke dalam panci penggorengan. Setelah menyadari kehadiran saya, yang tertua dari tiga orang tersebut—yang kemudian saya ketahui bernama Abah, pemilik warung tersebut—menyapa saya dengan antusias dan mempersilakan saya duduk. Saya tarik salah satu bangku plastik yang tersedia dan mulai melihat-lihat menu yang disodorkan ke saya.

indonesian foodcireng cipaganti

Ternyata, Abah sudah memiliki beberapa warung yang beroperasi di Bandung. Sementara itu, dia juga berniat untuk membawa cirengnya ke sejumlah bazar makanan di Jakarta. Ada beberapa pilihan rasa yang bisa Anda pesan di sini: orisinal, keju, dan cokelat. Mereka juga menawarkan cilok, yang merupakan versi rebusnya dan disajikan dengan saus kacang. Saya memilih varian cireng yang orisinal dan rasa keju. Yang rasa keju benar-benar luar biasa. Aroma kejunya berpadu sempurna dengan rasa gurih dan tekstur kenyal cirengnya. Rasa lebih lezat dibandingkan yang pernah saya coba di Jakarta.

Sebelum pergi, saya meminta Abah untuk mengonfirmasi bahwa dia telah menjual cireng di lokasi tersebut sejak 1990. “Tidak juga. Awalnya, kami berlokasi di area parkir sebuah restoran di Jalan Cemara Selatan, yang letaknya sedikit lebih jauh dari sini,” jawabnya. “Kami berjualan di sana cukup lama. Namun, setelah tahun 2000, ketika bisnis sedang berkembang dan menarik pelanggan dalam jumlah banyak setiap harinya, pemilik restoran tersebut mengusir kami karena pelanggan saya memenuhi sebagian besar area parkirnya.” Dengan beberapa bungkus cireng di tangan, saya berterima kasih kepadanya dan berpamit. “Hubungi saya kalau kamu mengidamkan cireng saya. Saya bisa mengirimkan yang beku,” katanya. Saya tersenyum dan menganggukkan kepala sambil memikirkan jika dia bisa mengirimkannya ke Jakarta.

Jl. Lamping No. 17 (sebelah pom bensin Cipaganti),
Bandung
T: 022-204 3206
Buka setiap hari dari pukul 13.00-20.30 WIB
Rp10.000/US$0,80 per bungkus


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *