Bandung: Kedai Timbel Dago


Pada 2010, saya dan sekelompok teman mengunjungi sebuah tempat bernama Kedai Timbel Dago di Bandung. Tanpa saya sadari, momen ini menjadi episode menguntungkan karena makanan lezat yang disajikan tempat ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya. Oleh karena itu, tidak perlu berpikir panjang untuk mengunjungi tempat ini lagi ketika saya melakukan jelajah kuliner di Kota Kembang, baru-baru ini.

Menjual nasi timbel (nasi kukus dibalut daun pisang) sebagai menu andalan, Kedai Timbel Dago sudah beroperasi sejak 1998. Gerai ini terletak di rumah bergaya klasik kolonial, di mana beberapa meja ditata dari dalam garasi hingga beranda di bagian luarnya. Karena tidak ada meja yang tersisa di bagian dalam, dengan tergesa-gesa saya menarik kursi yang ada di bagian beranda setelah memesan makanan.

Nasi timbel di sini disajikan bersama gepuk (daging sapi berbumbu) atau ayam sebagai pelengkap—ayamnya bisa pilih: dibakar atau digoreng. Karena alasan diet, saya memilih paket ayam goreng, yang dilengkapi tempe goreng, tahu goreng, dan lalapan. Lalapannya sendiri terdiri atas kol, mentimun, kacang panjang, dan labu siam. Tekstur sayuran yang lembut menunjukkan kalau sayuran tersebut direbus setengah matang, yang berarti tidak begitu segar.

Yang membuat saya terkesan adalah rasanya masih tetap enak seperti enam tahun lalu. Ayamnya masih lembut dan kenyal, ditemani rasa gurih yang berasal dari beragam rempah-rempah yang digunakan untuk membumbuinya sebelum digoreng. Alih-alih menyediakan sambal terasi seperti gerai lainnya, di sini Anda justru akan mendapatkan seporsi sambal manis pedas—kombinasi surgawi saat dimakan bersama nasi timbel yang beraroma.

Jl. H. Djuanda (Dago) No. 117,
Bandung, Jawa Barat
Telp: 022 250 2004
Buka tiap hari, pukul 10.00–15.00 WIB
Rp38.000/US$2,80 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *