Bandung: Martabak Capitol


Penjual martabak di Jakarta sering kali melabeli produknya sebagai “Martabak Bandung” untuk meyakinkan pelanggan bahwa martabak buatannya merupakan produk asli Kota Kembang. Ini dapat diartikan juga bahwa kualitas martabak bandung sangat dipercaya oleh masyarakat ibu kota. Untuk membuktikan teori tersebut, maka saya pun memutuskan untuk berburu martabak selama berada di Bandung, dan Martabak Capitol merupakan gerai pertama yang saya kunjungi.

Sebuah plang besar berdiri di depan gerai ini, membuatnya mudah ditemukan di antara deretan outlet makanan di Jalan Sudirman. Saya tiba sekitar satu jam sebelum gerainya tutup, jadi merupakan pertanda baik ketika saya melihat masih ada customer yang memesan martabak di counter-nya. Setelah membaca daftar menu, saya pun memilih Martabak Toblerone dan Martabak Tipis Pisang.

Meskipun kebanyakan vendor martabak menawarkan menu martabak Toblerone dengan menggunakan Toblerone yang diparut, Martabak Capitol menumbuk batang cokelatnya dan kemudian menambahkannya ke dalam adonan martabak. Ini membuat teksturnya menjadi lebih padat dan lebih terasa susunya. Adonannya sendiri tampak mengembang dan lembek, dengan sedikit jejak minyak karena olesan mentega di bagian permukaan. Sementara itu, martabak tipisnya terlihat renyah karena menggunakan remah cokelat berkualitas dan pisang segar sebagai isi. Paling baik langsung menyantapnya, agar sajian ini tidak layu dan melempem.

Saya sempat mengajukan beberapa pertanyaan kepada sang pemilik soal bisnis martabaknya sebelum saya meninggalkan tempat ini. Dia mengatakan kalau Martabak Capitol didirikan pada 1977, dan namanya berasal dari sebuah bioskop yang dulu terletak di area ini. Namanya sempat berubah menjadi Martabak Intisari sebelum akhirnya kembali ke nama asli sejak beberapa tahun lalu.

martabak capitol

Jl. Sudirman No. 101,
Bandung
T: 022 61602333
Buka setiap hari, pukul 14.00-20.00 WIB
Harga: Rp.80.000/US$6 per kotak


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *