Bandung: Mie Encek


Pertama kali saya mencicipi Mie Yamin Asin buatan Mie Encek, saya langsung terkesan. Saking terkesannya,saya sampai menganugerahi restoran ini sebagai vendor mi terbaik di Kota Bandung dan berjanji kepada diri sendiri untuk kembali ke sana dalam waktu dekat. Ini terjadi beberapa bulan lalu, dan saya belum juga sempat mewujudkan kunjungan kedua saya. Namun, saya masih belum bisa move on dari kelezatan mi-nya hingga sekarang.

Mie Encek didirikan pada 1949 oleh seorang keturunan Cina berusia paruh baya yang menjajakan bakminya menggunakan gerobak keliling. Sang pemilik biasa dipanggil “encek” oleh para pelanggan, dan nama panggilannya inilah yang kemudian dipakai sebagai nama restorannya hingga sekarang. Kini, Mie Encek telah memiliki gerai tetap di Jalan Guntur, tepat di seberang Gereja GKI.

Tepat pukul 10 pagi pada hari Kamis, saya tiba di sana. Meskipun tempatnya lumayan penuh, saya masih mendapatkan meja kosong di bagian depan. Setelah duduk, saya langsung memesan Mie Yamin Asin dan semangkuk pangsit kuah. Pelayanannya cukup cepat, karena tak sampai 10 menit, pesanan saya pun tiba.

Yang membuat saya jatuh cinta dengan mi buatan Mie Encek adalah mi-nya yang tipis dan gurih, dengan tekstur yang pas – sedikit kenyal dan tidak terlalu lembut. Hidangan ini juga dilengkapi dengan daging cincang gurih di atasnya. Sementara itu, pangsitnya memiliki bagian luar yang lembut, dengan isi daging ayam cincang yang empuk dan gurih. Tambahkan sesendok sambal, dan Anda akan dimanjakan dengan hidangan bakmi paling enak yang bisa Anda temukan di Bandung.

Jl. Guntur No. 24,
Bandung, Jawa Barat
T: 022 730 7519
Buka setiap hari, pukul 07.00-17.00
Rp.30.000/US$2,20 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *