Bandung: Mie Kocok Pak Enco


Di samping jajaran makanan tradisional Jakarta yang ada, para pencinta makanan seperti saya dan Anda harus tahu kalau ingin mencicipi rasa autentik sebuah makanan, harus datang ke sumbernya. Dan hal ini berlaku untuk mi kocok (mi daging urat) di Mie Kocok Pak Enco di Bandung. Walau ada ratusan penjaja mi kocok serupa yang juga terkenal di berbagai penjuru kota, gerai ini perlu masuk ke daftar Anda.

Menemukan lokasinya tidak terlalu sulit karena gerobak kayunya selalu diletakkan di seberang cabang utama Kartika Sari di Jalan H. Akbar di Kebon Kawung. Dikategorikan sebagai “Legenda” dalam kamus kuliner Bandung saya, Mie Kocok Pak Enco berdiri pertama kali pada 1955. Bisnisnya terus berkembang dan warung ini terus kedatangan tamu.

Hanya ada beberapa kursi kayu yang bisa memuat maksimal delapan orang. Jadi, orang-orang yang menyeruput mi kocok sambil berdiri sudah menjadi pemandangan biasa. Saya juga mengalami situasi yang sama ketika mengunjungi gerai ini beberapa bulan lalu karena tempat ini terlalu penuh—padahal jam tangan saya baru menunjukkan pukul 9 pagi saat saya tiba di tempat ini. Untungnya, pelayanannya cepat, walau antreannya cukup panjang. Saya mendapatkan mi kocok saya tak lama setelah saya bergabung bersama pengantre yang lain.

Mi kocoknya merupakan semangkuk kaldu sapi berisi mi, kikil, dan tauge. Sepertinya saya terlambat satu jam untuk mencicipi sumsum sapinya, yang biasanya menjadi bagian dari hidangan, yang sudah habis ketika saya sampai ke tempat ini. Mi buatan sendirinya terasa enak dan rasanya semakin nikmat karena urat sapi yang kenyal dan gurih. Direbus selama beberapa jam, kaldu sapinya memiliki tekstur yang kental dan lezat—aspek penting yang membedakan Mie Kocok Pak Enco dari pejaja lainya.

Jl. H. Akbar (di seberang Kartika Sari),
Bandung, Jawa Barat
Buka tiap hari, pukul 07.30–17.30 WIB
Rp20.000/US$1,50 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *