Bandung: Roti Gempol


Zaman dulu, roti tidak termasuk makanan pokok harian masyarakat kita. Nenek moyang Anda tak akan pernah makan roti panggang dan selai untuk sarapan—dia pasti memilih nasi. Beda halnya kalau dia keturunan Belanda. Namun, berkat pengaruh globalisasi, roti mulai menyusupi menu makan kita. Saya tak akan membahas ini terlalu dalam, tetapi saya rasa ini merupakan pembuka artikel yang tepat.

Dalam kunjungan saya ke Bandung belum lama ini, saya mengunjungi sebuah rumah makan yang sudah berbisnis roti selama puluhan tahun. Roti Gempol pertama kali dibuka pada 1958 dan menawarkan beraneka ragam roti panggang dan penganan berbasis roti lainnya yang diracik dengan roti buatan sendiri di pabrik kecil, tepat di sebelah tokonya.

Bertempat di gedung berukuran sedang, Roti Gempol dilengkapi sejumlah meja dan sofa, dan dapat menampung sekitar 15-20 orang. Ada cukup banyak pelanggan yang mengantre untuk mendapatkan roti pesanannya saat saya di sana. Saya memesan roti bakar cokelat dan rasanya benar-benar nikmat. Rotinya masih segar dan lembab karena baru keluar dari oven saat dipanggang, sementara taburan cokelat lelehnya seakan menciptakan parade cokelat dalam mulut saya.

Jl. Gempol Wetan No. 14,
Bandung
Buka setiap hari dari pukul 07.00-21.00 WIB
Harga: Rp10.000/US$0,80 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *