Bandung: Surabi Cihapit


Saya harus mengakui bahwa meskipun saya sudah familier dengan surabi, saya tidak pernah mencobanya sekali pun—sampai pada saat saya bertualang ke Bandung beberapa bulan lalu. Setelah hanya mendengar hal baik tentang Surabi Cihapit, saya langsung bergegas ke sana, dan ini menjadi salah satu keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Bertempat di Cihapit, tepat di sebelah Pasar Cihapit, Surabi Cihapit menjajakan beragam pilihan surabi dari gerobak sederhana yang sudah tampak tua di bawah sebuah tenda kecil. Meskipun tempatnya sederhana, warung ini akan membuat para pengunjung baru kaget dengan penganan manisnya yang nikmat.
Saya sampai di sana sekitar pukul tiga sore, dan sejumlah pelanggan sudah mengantre di konter untuk memesan surabi. Ada tiga pilihan rasa: orisinal, cokelat, dan keju. Adonannya memiliki tekstur yang lembut dan basah, dengan keseluruhan rasanya diperkuat oleh meises cokelat dan taburan keju. Sensasi rasa manis dan lembut yang akan Anda rasakan dari gigitan pertama akan memanjakan lidah Anda. Inilah tipe makanan yang saya mau kejar, meski harus melewati perjalanan jauh.
Untuk mendapatkan informasi lebih tentang toko ini, saya bertanya-tanya kepada salah satu pegawainya, yang menceritakan sejarah singkatnya. Ternyata, Surabi Cihapit didirikan oleh nenek sang pemilik pada 1970. Dulu, mereka mengelola beberapa cabang di kota sampai akhirnya harus ditutup karena pemiliknya kesulitan mencari pengganti pegawai-pegawainya yang mendadak pergi dan kembali ke kota asalnya masing-masing.

Jl. Cihapit,
Bandung, Jawa Barat
Buka setiap hari dari pukul 06.00-11.00 dan 15.00-21.00 WIB, kecuali hari Minggu dari pukul 06.00-21.00 WIB
Rp5.000/US$0,40 per potong


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *