Bangka: Rumah Makan Bintang


Ada banyak tempat makan di Indonesia yang sudah berdiri selama puluhan tahun, tetapi terlupakan begitu saja. Salah satu contohnya Rumah Makan Bintang di Pangkal Pinang – sebuah tempat makan yang saya temukan saat mencari hidangan babi di ibu kota provinsi Bangka Belitung. Walaupun sudah berdiri selama sekitar 40 tahun, rumah makan ini masih kalah populer dengan Bakmi Lokut dan Rumah Makan Mr. Asui.

Sebaiknya Anda datang sekitar jam 11 siang ke tempat makan yang terletak di Kampung Bintang, tepat di sebelah Mie Akau, ini. Pada saat itulah semua hidangan dalam menunya sudah siap. Tak ada yang menarik dari desain ruangannya – bahkan, terlihat seperti rumah biasa dengan tambahan meja dan kursi saja – dan tempat makan ini masih kosong saat saya sampai.

Penampakan restoran yang terbengkalai membuat saya meragukan keputusan untuk mengunjungi tempat makan ini. Namun, karena saya sudah terlanjur sampai di sana, saya memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jadi, saya meminta menu kepada pramusajinya. Tanpa ide mau memesan apa, sang pramusaji merekomendasikan babi kulu.

“Pada dasarnya ini daging babi renyah dengan kuah asam-manis, dan porsinya cukup untuk dua atau tiga orang,” katanya. Saya langsung mengikuti sarannya. Tak lama berselang, saya menghela napas lega karena makin banyak pelanggan yang membanjiri tempat makan ini. Saat pesanan saya datang, restoran ini sudah terlalu penuh.

Warnanya agak kecokelatan, daging babi renyahnya dilaburi kuah kemerahan dan terlihat sangat menggiurkan. Ada irisan nanas, bawang merah, kembang kol, tomat, dan mentimun juga di dalamnya. Kuahnya memiliki kombinasi rasa asam dan manis yang seimbang, dengan jejak rasa tajam yang membuat daging babinya yang renyah dan juicy terasa makin lezat.

Jl. Kampung Bintang,
Pangkal Pinang
Buka setiap hari, pukul 08.00-20.00 WIB
Rp150.000/US$11,50 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *