READING

Es Pisang Ijo dan Es Palu Butung: Apa Bedanya?

Es Pisang Ijo dan Es Palu Butung: Apa Bedanya?


Makassar terkenal dengan berbagai makanan khasnya, mulai dari ikan bakar, aneka seafood, hingga es pisang ijo – menu pencuci mulut yang populer dijual di gerobak-gerobak pinggir jalan kota-kota besar, seperti Jakarta dan Bandung. Selain es pisang ijo, Makassar juga memiliki es palu butung yang bisa ditemui di restoran khusus masakan khas Sulawesi. Lalu, apakah perbedaan antara es pisang ijo dengan es palu butung?

Sebelum mengulik lebih dalam mengenai perbedaannya, ada baiknya kita mengenal dulu kedua jenis es ini. Cara penyajian keduanya sama, yaitu pisang yang sudah direbus ditaruh di dalam mangkuk kemudian diberi siraman vla dari tepung beras (bubur sum-sum), santan, es batu, dan sirup merah atau terkadang diberi tambahan susu kental manis agar terasa lebih nikmat. Kedua es cocok dinikmati saat siang hari sebagai menu penutup setelah menyantap berbagai menu khas Makassar lainnya.

es palu butung

Lalu, apakah perbedaan antara es pisang ijo dan es palu butung? Pertama adalah pembungkus pisangnya. Pisang yang terdapat pada es palu butung tidak memiliki “kulit pembungkus”, sementara pisang pada es pisang ijo dilapisi kulit dadar yang terbuat dari tepung beras yang dicampur santan serta pewarna hijau atau kombinasi air daun suji dan pandan. Meskipun berbeda dari segi kulit pembungkus, pisang yang akan disajikan di kedua es ini haruslah dikukus terlebih dulu agar rasa manisnya lebih keluar. Lucunya, banyak yang menyangka bahwa es pisang ijo artinya pisang yang digunakan adalah pisang yang belum matang. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Kata “ijo” tersebut berasal dari warna kulit pembungkusnya.

es pisang ijo

Perbedaan kedua terletak pada pemilihan jenis pisangnya. Es pisang ijo umumnya menggunakan pisang kepok, sementara es palu butung menggunakan pisang raja. Namun, pemilihan ini sendiri tidak bersifat saklek dan Anda dapat menggantinya sesuai selera. Meskipun begitu, bagi masyarakat Makassar sendiri, mengganti jenis pisang bisa jadi akan membuat rasanya berbeda dan kurang sempurna.

Kedua es ini sering dijadikan hidangan berbuka puasa saat Ramadan di Makassar. Jika es pisang ijo enak dinikmati dingin, hidangan palu butung bisa dinikmati dingin ataupun hangat, tergantung selera. Jadi, jangan lupa mencoba kedua jenis hidangan pencuci mulut ini saat berkunjung ke restoran khas Makassar di kota Anda atau saat berkunjung langsung ke ibu kota Sulawesi Selatan ini.


RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *