READING

Gudeg: Si Hitam Manis dari Yogyakarta

Gudeg: Si Hitam Manis dari Yogyakarta


Saat mengunjungi Yogyakarta, ada banyak pilihan makanan khas yang harus Anda coba, mulai dari angkringan nasi kucing, kopi joss, bakpia, hingga tentu saja gudeg. Hidangan manis yang terbuat dari nangka muda ini memang menjadi ciri khas Kota Yogyakarta. Tak hanya di sini, gudeg juga digemari di negara tetangga Singapura. Namun, berbeda dengan gudeg khas Yogya yang warnanya cokelat gelap cenderung hitam, gudeg di Singapura kebanyakan berwarna putih, menyerupai gudeg Solo.

Lalu, dari mana asal-usul nama “gudeg”? Menurut cerita yang banyak beredar, nama gudeg tercetus dari mulut seorang pria Inggris yang menikah dengan wanita asal Jawa. Pria Inggris ini memanggil istrinya dengan sebutan “dek”, sebuah panggilan yang lazim bagi orang Jawa. Suatu hari, saat sang suami pergi, sang istri kebingungan menyiapkan menu makan siang hingga dia teringat resep turun-temurun keluarganya yang menggunakan bahan nangka muda. Saat dicoba sang suami, pujian yang terlontar adalah “it’s good, dek.” Dari sinilah, nama “gudeg” berasal.

Saking terkenalnya, gudeg sering dijadikan buah tangan oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Agar tahan lama, gudeg yang dibeli adalah gudeg kering. Cara memasaknya sama seperti gudeg basah. Bedanya, gudeg kering dimasak dalam waktu lama (sekitar enam jam atau lebih) hingga kuahnya mengering.

Sejak dulu kala, gudeg basah sudah menjadi makanan rakyat Jawa, terutama di masa-masa peperangan karena nangka muda lebih mudah diperoleh daripada bahan makanan lainnya. Gudeg kering sendiri baru terkenal pada 1950-an, saat orang-orang yang berkunjung ke Yogyakarta kerap membawa masakan tradisional ini ke kampung halaman mereka.

Ke mana Anda harus pergi untuk mendapatkan gudeg terbaik di Yogyakarta?

Jika Anda tertarik mencoba gudeg saat bertandang ke Yogyakarta, Anda bisa mencoba beberapa gudeg berikut:

Gudeg Yu Djum, resepnya yang sudah diturunkan ke empat generasi membuat para wisatawan rela mengantre. Gudeg ini dapat dibawa pulang dalam besek (kantong) atau kendil (kuali kecil).

Gudeg Bu Tjitro, gudeg kering dengan kuah bening ini mampu bertahan hingga 48 jam, bahkan gudeg yang dikemas dalam kaleng mampu bertahan hingga satu tahun.

Gudeg Pawon, buka mulai pukul 22.30, Anda yang kelaparan saat tengah malam bisa berkunjung ke sini. Uniknya, Anda akan makan langsung di dapur sang pembuat.

Bagi para pencinta kuliner, mencicip gudeg saat ke Yogyakarta jelas merupakan kewajiban. Sepiring nasi putih, gudeg nangka muda dengan rasa manis- gurih, telur pindang, opor ayam, sambal, dan kerupuk udang di tengah malam, siapa yang bisa menolak kenikmatannya?


RELATED POST

  1. Risma

    22 April

    Letak nya ataw alamt nya dimana yah.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *