READING

Ini Dia Camilan Khas Belitung yang Patut Anda Coba

Ini Dia Camilan Khas Belitung yang Patut Anda Coba


Menyambangi tempat yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya selalu menjadi pengalaman yang membuka mata. Menguak tradisi unik penduduk setempat, warisan budaya, serta hidangan autentiknya dapat memperkaya diri Anda secara spiritual, mental, dan fisik.

Saat mengeksplorasi restoran-restoran lawas di Belitung, saya diperkenalkan kepada sejumlah tempat makan yang menggiurkan. Walaupun sejumlah makanan ringan yang ditawarkan tidak berbeda dari daerah lain, ada beberapa penganan yang berhasil membuat saya tercengang karena keunikannya.

Lampar Ketan

lempar ketan
Umumnya dijual oleh para penjaja makanan pada pagi hari di pasar tradisional, lempar ketan agak mirip dengan hidangan ketan asal Jawa: lemper. Yang membuatnya berbeda adalah penggunaan sambal lingkong (abon ikan) di dalamnya, dan alih-alih dibalut daun pisang, lempar ketan berselimutkan daun simpur. Kalau rasa lemper agak manis di lidah, lempar ketan lebih mirip lalampa manado, tapi tanpa rasa pedas.

Pia/Piang Nanas

pai nanas
Juga dikenal dengan sebutan bong li piang, pia nanas ini dibuat dari tepung gandum, santan, gula aren, dan buah nanas. Karena warnanya kecokelatan, penampilan luarnya mirip dengan kue bantal. Anda baru akan menyadari perbedaannya kalau sudah menyantapnya langsung. Teksturnya padat dan agak kering, serta meninggalkan rasa manis di lidah. Sementara itu, isian selai nanasnya mendominasi keseluruhan rasa makanan tersebut. Pia nanas ini dapat dengan mudah Anda temukan di Bangka dan Belitung.

Nasi Gemok

nasi gemuk
Karena sama-sama menggunakan bahan dasar nasi dan santan, awalnya saya berpikir bahwa rasa nasi gemuk sama persis dengan nasi uduk. Namun, ternyata keduanya sama sekali berbeda. Dari segi penyiapan, nasi uduk dibuat dengan nasi dan santan yang dimasak secara bersamaan, sedangkan nasi gemok disiapkan dengan cara yang berbeda – saus santannya dimasak dan dihidangkan secara terpisah dengan nasi. Nasi gemok pun dibungkus dengan daun simpur dan sepotong ikan goreng. Dijual dalam bungkus-bungkus kecil, hidangan ini biasa dijadikan sarapan ringan oleh penduduk setempat.


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *