READING

Ini Keunikan Ragam Kuliner Indonesia Saat Natal Ti...

Ini Keunikan Ragam Kuliner Indonesia Saat Natal Tiba


Hidangan tradisional khas Natal dari seluruh penjuru Nusantara.

Seperti hari raya agama lain di Indonesia, Natal telah membaur ke dalam budaya kita dan menghasilkan kemeriahan yang unik. Namun, beberapa tahun belakangan, perayaan menjadi lebih berbau Barat, dengan kalkun bakar dan saus cranberi yang menghiasi meja-meja makan banyak orang. Berikut beberapa hidangan tradisional khas Natal yang bisa Anda temukan di Indonesia.

Ambon
Beberapa hidangan yang wajid disajikan saat Natal di Ambon, antara lain nasi pulut unti, ikan kuah kuning, dan papeda. Walapun tidak terlalu dikenal secara luas, nasi pulut unti merupakan makanan yang harus ada saat Natal.

Manado
Orang-orang Manado sangat suka makanan pedas. Tidak heran kalau hidangan khas mereka, rica-rica, menjadi bagian dari hidangan Natal. Selain rica-rica, sajian Natal yang umum di kota ini adalah daging anjing yang dikenal dengan RW—kependekan dari rintek wuuk. Ada kepercayaan bahwa anjing adalah penjaga jiwa manusia, yang membuatnya menjadi hidangan saat Natal.

Batak
Arsik, makanan berbahan ikan khas Batak, dianggap sebagai simbol perayaan dan termasuk ke dalam hidangan Natal bagi masyarakat Batak. Mereka juga menyukai hidangan dari daging babi. Jadi, bersiaplah melihat babi panggang tersaji di meja makan saat Anda mengunjungi teman berketurunan Batak saat perayaan Natal.

Peranakan
Ada rasa bersalah yang menjalar di pikiran saya saat menulis tentang hidangan khas Natal para peranakan Tionghoa. Ayam kodok, yang seharusnya “ayam dan kodok” adalah hidangan wajib untuk jamuan makan malam Natal. Sebagai seorang keturunan peranakan, saya tidak pernah mengetahuinya sampai beberapa tahun lalu melihat tante saya memasak hidangan tersebut untuk makan malam. Anehnya, makanan ini tidak mengandung daging kodok, tetapi seekor ayam utuh yang dimasak dengan beberapa cara, termasuk mengambil tulangnya, menjalin kembali kulitnya, mengisi bagian dalamnya, merebus, dan memanggangnya. Mungkin makanan ini terlihat mirip dengan kalkun panggang, tetapi cita rasanya lebih kaya dan beragam.


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *