Jakarta: Ayam Goreng Ibu Haji


Hidangan khas restoran ini, ayam gorengnya, sangat menakjubkan. Kenyal dan gurih. Fakta kalau mereka menggunakan ayam kampung membuat rasanya semakin enak.”

Jika Anda pembaca setia beberapa artikel Good Indonesian Food, Anda akan mengetahui kalau kategori Heritage kami memiliki serangkaian persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama, tempat makan tersebut harus berumur lebih dari 25 tahun. Kedua, pemiliknya harus terlibat dalam operasional restoran sehari-hari. Ketiga, gerai tersebut tidak memiliki cabang di mana pun.

Kami hampir saja melanggar persyaratan ketiga—persyaratan yang kami buat sendiri—ketika kami mempertimbangkan kunjungan ke Ayam Goreng Ibu Haji, yang memiliki dua toko di Jatinegara. Namun, Good Indonesia Food percaya kalau cara terbaik untuk mengumpulkan informasi adalah dengan mengalaminya sendiri dan menyatukan fakta dari orang yang valid, yang dalam hal ini adalah pemilik restoran itu sendiri.

Kami sampai ke tempat ini pada jam makan siang dan suasana begitu ramai. Seorang karyawan sigap mengarahkan kami ke lantai dua kemudian menerima pesanan kami: ayam goreng, sayur asem, sambal goreng hati, dan acar. Disajikan dengan sambal kacang, hidangan khas restoran ini, ayam gorengnya, sangat menakjubkan. Kenyal dan gurih. Fakta kalau mereka menggunakan ayam kampung membuat rasanya semakin enak. Sementara itu, sambal goreng hati dan acarnya juga lezat—makanan pertama disajikan dengan potongan besar hati ayam yang diguyur saus kental yang menggoda selera. Di sisi lain, acarnya, terasa manis dan asam, yang menyeimbangkan rasa semua makanan.

Merasa puas dengan makanannya, kami turun untuk mencari tahu lebih banyak tentang tempat makan ini. Jipo, cicit pemilik restoran ini, mengatakan kalau buyutnya, Hajah Fatimah, mulai berjualan ayam goreng di Pasar Jatinegara—sebelumnya dikenal dengan Pasar Mester—pada era 1960-an. Gerai Ayam Goreng Ibu Haji pertama dibuka pada 1980 di Jalan Bekasi Timur Raya No. 20. Pada 1990, gerai lainnya dibuka setelah seseorang yang mau menjual ruang toko dengan harga miring melakukan penawaran kepada mereka, yang berlokasi tak jauh dari toko utama, tetapi tidak berdempetan. Dalam sekejap kami menyimpulkan, dengan tidak adanya cabang di tempat lain, Ayam Goreng Ibu Haji tentu pantas masuk ke dalam kategori Heritage.

Ada hal menarik dari sambal kacang yang disajikan oleh Ayam Goreng Ibu Haji. Menurut Jipo, awalnya, Hajah Fatimah menggunakan sambal terasi. Kemudian, setelah mendapatkan saran dari pelanggan mereka yang keturunan Tionghoa untuk menyajikan sambal kacang, Hajah Fatimah menggunakan sambal kacang untuk membedakan Ayam Goreng Ibu Haji dari pesaingnya. Manjakanlah lidah Anda di restoran ini dengan menyantap hidangan ala Betawinya. Anda pun akan beranjak pulang dengan senyum terkembang untuk waktu yang cukup lama.

Jl. Bekasi Timur Raya No. 20
Jatinegara, Jakarta Timur
Telp: (021) 8199814
Buka setiap hari, pukul 09.00–20.00 WIB
Rp30.000/US2,50 per orang


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *