Jakarta: Bakmi Boy


Saya menikmati tiap kunyahan bakmi ayam ini—rasanya seenak itu—dan pangsitnya berisi daging yang banyak, sesuatu yang jarang Anda temukan.

Seorang teman selalu memaksa saya untuk mencoba bakmi ayam yang ada di Jalan Cikajang—dia bersikeras kalau Bakmi Boy harus menjadi salah satu tempat makan di Jakarta yang saya coba. Sebagai penggemar berat bakmi ayam, hanya masalah waktu yang membuat saya belum sempat pergi ke sana. Untungnya, tempat kerja saya sekarang meminta saya untuk menjelajahi tiap sudut dan celah kota untuk menemukan hidangan Indonesia terenak dan mengenalkannya kepada dunia. Saya pun akhirnya berhasil mengunjungi Bakmi Boy untuk membuktikan pernyataan teman saya.

Tiba di Bakmi Boy pukul satu kurang sepuluh menit, saya berasumsi kalau jam makan siang kantor akan berakhir sebentar lagi. Bayangkan betapa terkejutnya saya ketika mengetahui kalau tempat ini masih ramai, penuh dengan orang berseragam dan berbatik, sedang menyantap bakmi ayam dengan lahap. Untungnya, masih ada beberapa meja kosong.

Terletak di sebuah gedung baru tidak jauh dari toko lamanya di Jalan Cikajang, tempat ini bisa menampung hingga 50 orang. Atas rekomendasi pramusaji, saya memesan bakmi ayam jamur dengan bakso dan pangsit, yang katanya favorit para pelanggan. Pelayanannya sangat memuaskan. Meskipun pesanan begitu banyak, mereka bisa menyajikan pesanan saya dalam waktu kurang dari lima menit. Saya menikmati tiap kunyahan bakmi ayam ini—rasanya seenak itu—dan pangsitnya berisi daging yang banyak, sesuatu yang jarang Anda temukan di ibukota saat ini.

Ketika membayar makanan, saya menyempatkan diri berbincang dengan pemilik tempat ini yang sedang sibuk di konter kasir. Dia bercerita kalau cabang ini pertama kali dibuka pada 1983 dan merupakan Bakmi Boy cabang ketiga di Jakarta. Yang pertama bisa ditemukan di area Mayestik dan dibuka pada 1963. Sementara itu, toko kedua sudah ada di daerah Blok M sejak 1978, tetapi sekarang sudah pindah ke BSD.

Setelah menyelesaikan pembayaran, saya mengeluarkan ponsel dan menghubungi teman saya—yang merekomendasikan saya untuk mengunjungi Bakmi Boy—untuk berterima kasih atas kegigihannya membujuk saya berkunjung ke sini. Tanpanya, saya mungkin akan ragu untuk menyantap salah satu bakmi terenak di Jakarta.

Jl. Cikajang No. 42, Santa
Jakarta Selatan
Buka setiap hari dari pukul 10.00-20.00  WIB
Harga: Rp. 30,000/ US$ 2.20 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.