Jakarta: Bakso Titoti


Mi, bihun, potongan tahu goreng, bakso, bakso telur, dan daging sapi dicampur lalu disiram kaldu sapi. Aroma yang menguap dari hidangan ini membuat nafsu makan saya bertambah.

Didirikan pada 1975 oleh Slamet Riyanto, Bakso Titoti menawarkan semangkuk bakso terenak yang pernah ada di Jakarta. Restoran ini telah membuka banyak cabang di berbagai penjuru kota, jadi bukan hal yang aneh jika Anda pernah ke salah satu cabangnya atau menjadi penggemar berat bakso andalannya. Secara pribadi, restoran ini memiliki tempat spesial di hati saya karena cabangnya yang di Jalan Pasar Minggu Raya biasa saya kunjungi bersama teman-teman sekolah saya.

Terakhir kalinya saya pergi ke sini adalah beberapa bulan setelah lulus SMA, kira-kira satu dekade yang lalu.  Ketika mendapatkan kesempatan untuk mengenang kembali masa lalu dan mencicipi baksonya yang enak, saya senang bukan main. Harus diakui bahwa perjalanan ke tempat ini cukup menantang, karena harus melewati kemacetan di Pancoran. Namun, hal selanjutnya yang menunggu setelah melewati kegilaan tersebut tentunya akan sepadan dengan perjuangan yang sudah dilalui.

Kecuali cat dindingnya, semua terlihat hampir sama seperti satu sepuluh tahun yang lalu. Hampir seluruh meja terisi pembeli saat saya sampai sana. Namun, untungnya saya berhasil mendapatkan satu kursi. Tanpa ragu, saya langsung memesan semangkuk bakso andalan mereka. Mi, bihun, potongan tahu goreng, bakso, bakso telur, dan daging sapi dicampur lalu disiram kaldu sapi. Aroma yang menguar dari hidangan ini membuat nafsu makan saya bertambah. Kaldu sapi yang pekat, juga daging sapinya yang kenyal, menjadi primadona, sesuatu yang sulit Anda dapatkan di gerai bakso lainnya.

Selain bakso, jangan lupa untuk mencoba siomaynya—favorit saya sejak masih sekolah. Kembali ke sini membawa kembali semua kenangan manis akan masa-masa remaja saya, dan akan kenikmatan bakso, yang masih tetap terasa spesial ketika saya kembali ke sini.

Jl. Pasar Minggu Raya No. 1
Jakarta Selatan
Telp: 0813 2927 5321
Buka setiap hari, pukul 09.30–21.30 WIB
Rp20.000/US$1,50 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *