Jakarta: Bubur Ayam Barito


Selama menunggu, terlihat kalau pengunjung semakin ramai dan tempat ini semakin penuh—sangat penuh sampai-sampai pengunjung yang sudah memesan harus menunggu di mobil.

Pada era 90-an, daerah Blok M dan sekitarnya menjadi daerah yang paling populer di Jakarta. Banyak anak muda berkumpul bersama teman-temannya hingga tengah malam—jauh sebelum daerah Senopati dan Pantai Indah Kapuk berkembang. Penjual makanan melihat fenomena ini sebagai kesempatan untuk membuka toko di sini dan menjajakan makanan mereka. Ada satu gerai yang cukup populer pada era tersebut, yaitu Bubur Ayam Barito, yang terletak di seberang Taman Barito.

Tempat makan ini digagas oleh Agus pada 1992. Dia hanya membutuhkan beberapa bulan untuk menjadikan gerainya buah bibir di seluruh penjuru kota. Reputasinya dalam menyajikan bubur ayam terenak diketahui banyak orang, yang membuat saya terkejut karena tidak pernah mengunjungi tempat ini, hanya berkeliaran di daerah sekitarnya untuk menghabiskan Sabtu malam.

Saya sampai tepat ketika sebelum gerai ini bukan. Beberapa karyawan masih sibuk membersihkan tempat ini dan menyiapkan tenda di depan toko. Area yang kecil, difungsikan sebagai dapur. Tenda di luar disediakan untuk pengunjung menyantap makanan. Saat itu, sudah ada tiga orang yang mengantre di belakang konter, menunggu giliran memesan. Seketika setelah para karyawan selesai menyiapkan meja dan kursi, dengan saya segera duduk dan menunggu pesanan diantar.

Selama menunggu, terlihat kalau pengunjung semakin ramai dan tempat ini semakin penuh—sangat penuh sampai-sampai pengunjung yang sudah memesan harus menunggu di mobil. Bubur ayam yang dibuat di sini sekilas mirip dengan yang dijajakan di tempat lain. Isinya terdiri atas bubur nasi, potongan ayam, cakwe, telur mentah, dan beberapa stik keju. Namun, ketika Anda menyantapnya, rasa kaldu ayam yang gurih membuat Anda serasa berada di surga.

Jl. Gandaria Tengah No. 3
Jakarta Selatan
Telp: 0813 8148 8989
Buka setiap hari, pukul 16.00–24.00 WIB
Rp20.000/US$1,50 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

  1. MOMMY NAIRA

    13 April

    Hai.. saya dari Malaysia.. sedap betul.nampak bubur ayam Barito..
    Entah bila dapat ke indonesia..
    Kalau ada resepi bagusnya.. dapat cuba di dapur sendiri.. ???

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *