Jakarta: Bubur Ayam Sukabumi


Seperti layaknya bubur ayam tradisional, bubur di sini dilengkapi ayam suwir dan potongan cakwe, dihiasi taburan bawang goreng.

Untuk beberapa orang Indonesia, bubur ayam telah menjadi hidangan pokok untuk sarapan. Pada awal dan pertengahan ‘90-an, Bubur Ayam Sukabumi, yang terletak di jantung Tebet, merupakan salah satu tempat yang paling terkenal di Jakarta. Tempat ini digunakan muda-mudi untuk bertemu dan menikmati semangkuk bubur ayam enak setelah lari pagi di Senayan saat akhir pekan.

Berupa kedai kecil di ujung Jalan Tebet Barat Dalam, Bubur Ayam Sukabumi pertama kali berdiri pada 1988. Awalnya, mereka hanya menjual bubur ayam dan siomay dan buka dari jam 19.00–21.00. Namun, sekarang, Anda bisa menemukan pilihan menu tambahan, mulai dari varian nasi goreng hingga hidangan ala Tiongkok. Tempat ini juga beroperasi 24 jam. Dengan total karyawan sebanyak 30 orang dan sistem bergiliran, Bubur Ayam Sukabumi sekarang mendiami bangunan berlantai dua, dan sebagai bagian dari perluasan bisnis, Anda bisa menemukan beberapa cabangnya di Radio Dalam dan Pondok Gede.

Seperti layaknya bubur ayam tradisional, bubur di sini dilengkapi ayam suwir dan potongan cakwe, serta dihiasi taburan bawang goreng. Jika Anda mengaduk buburnya, Anda akan melihat potongan telur mentah di bagian tengah. Jika Anda tidak suka telur mentah, jangan lupa ingatkan para karyawan untuk tidak menambahkannya ke pesanan Anda. Oh, ketika di sana, jangan lupa icip siomaynya yang lezat.

Menurut salah satu karyawan, tempat ini selalu penuh saat malam hari, yang membutuhkan karyawan tambahan di waktu malam. Hal ini mengagetkan saya karena sepertinya kebiasaan mengunjungi Bubur Ayam Sukabumi di pagi hari sudah usang. Meskipun begitu, Bubur Ayam Sukabumi masih menyajikan salah satu bubur ayam enak di sekitaran Tebet.

Jl. Tebet Barat Dalam No. 2
Jakarta Selatan
Telp: (021) 8312257
Buka 24 jam setiap hari
Rp20.000/US$1,90 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *