Jakarta: Martha Cake Shop


Meskipun keberadaannya nyaris tak tampak, Martha Cake Shop masih melayani lusinan pelanggan setiap hari.

Martha Tampi—yang lebih dikenal sebagai Oma Martha—mendirikan toko kue yang diambil dari namanya hampir 40 tahun, pada 1976. Toko ini tersembunyi di dalam sebuah rumah pribadi tanpa papan petunjuk untuk memberikan tanda lokasi bagi pembeli potensial. Pelanggan dapat masuk melalui pintu kecil yang berada tepat di sebelah pos keamanan untuk mencapai toko ini.

Meskipun keberadaannya nyaris tak tampak, Martha Cake Shop masih melayani lusinan pelanggan setiap hari. Fakta ini membingungkan saya, sampai saya datang langsung ke toko ini.

Tidak ada yang spesial saat saya baru sampai ke toko kecil tersebut. Hanya ada sedikit pilihan kue yang dipajang. Saya terlibat percakapan dengan Kasni, perempuan ramah yang bekerja di sana, setelah dia menyarankan saya untuk mencoba mocha nougat dan kue cokelat. Saya mengikuti sarannya dan ternyata itu adalah keputusan yang tidak akan saya sesali.

Di samping penampakannya yang biasa, kedua kue tersebut memiliki rasa yang jauh lebih baik dari kue-kue berpenampilan apik yang dijual di mal-mal. Mocha nougat-nya terdiri atas dua lapis kue spons yang diselimuti krim dan kacang. Kue sponsnya terasa agak kasar di lidah, yang membuat rasanya lebih enak, sementara krimnya tidak terlalu manis. Kacangnya memberikan sensasi renyah saat dikunyah. Sementara itu, kue cokelatnya memberikan sengatan rasa manis-pahit yang tak membuat Anda merasa bersalah karena telah memakannya.

Di umur ke-74, Oma Martha masih mengawasi langsung proses pemanggangan kue. Dia juga mengembangkan semua resep kue yang dijualnya. Sebagai bonus tambahan, mereka tidak menggunakan bahan pengawet supaya lebih sehat. Siapa yang bisa menolak toko kue yang menjual penganan manis yang sehat?

Jl. Jambu No. 33,
Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat
Telp: (021) 3152572
Buka setiap hari, pukul 10.00–17.00 WIB
Rp35.000/US$2,60 untuk satu potong mocha nougat


Good Indonesian Food is a team of foodies working to preserve and promote Indonesian culinary.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *