Jakarta: Pempek Sari Sanjaya


Cobalah pempek kapal selam dan pempek kulitnya. Dua menu ini adalah yang terenak dan saya jamin Anda tidak akan menemukan bau amis dari pempek yang dijual di sini.

Menemukan tempat makan yang menjual makanan Palembang, khususnya pempek, memang gampang-gampang susah.  Penjual pempek tersebar di seluruh Jakarta, tetapi banyak yang tidak terjamin kualitasnya. Sari Sanjaya bisa menjadi pengecualian karena selalu konsisten menyajikan pempek yang enak.

Bibit kesuksesan Sari Sanjaya dirintis oleh penemunya, Apy, di daerah Plaju, Palembang, pada era 1970-an. Dengan niat menguji keberaniannya, dia pindah ke Jakarta pada era 1990-an dan membuka toko pertamanya di Kelapa Gading. Tidak hanya berbagai jenis pempek, Anda juga bisa menemukan makanan khas Palembang lainnya di sini, termasuk tekwan, patin, sambal tempoyak, dan lainnya. Sayangnya, Apy sudah meninggal dan kini bisnisnya diteruskan oleh anak-anaknya.

Berlokasi di kompleks ruko yang besar di Jalan Boulevard Raya di Kelapa Gading, ada papan penanda besar yang dipasang di atas bangunan. Bangunan ini berukuran lebih besar dari bangunan di sekitarnya, jadi tidak terlalu sulit menemukannya, bahkan dari kejauhan. Kalau boleh memberikan saran, cobalah pempek kapal selam dan pempek kulitnya. Dua menu ini adalah yang terenak dan saya jamin Anda tidak akan menemukan bau amis dari pempek yang dijual di sini. Pempek ini memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, menyeimbangkan rasa asam dan pedas dari cuko yang disajikan bersamanya.

Lengkapi sesi makan Anda dengan semangkuk es kacang durian dan Anda pun akan mendapatkan paket komplet hidangan Palembang paling autentik yang pernah Anda cicipi di Jakarta. Oh, kalau Anda merasa Kelapa Gading terlalu jauh, jangan khawatir karena cabang Sari Sanjaya tersebar berbagai penjuru kota.

Jl. Boulevard Raya, Blok QA 1 No. 8/9
Kelapa Gading, Jakarta Utara
Telp: 021 4584 5550
Buka setiap hari, pukul 10.00–22.00 WIB
Rp30.000/US$2,20 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *