Jakarta: Sate Khas Senayan


“Tekstur ayamnya sangat sempurna dan kombinasinya dengan saus kacang merupakan paduan yang sangat enak.”

Sate ayam menempati posisi utama di deretan kuliner Indonesia favorit, dengan gerai-gerai mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran di dalam hotel. Semuanya menyajikan hidangan bertusuk sate ini dengan beragam kesuksesan. Namun, satu tempat yang telah dikenal banyak orang sebagai penjual sate ayam terenak adalah Sate Khas Senayan, yang sekarang telah memiliki lebih dari 45 gerai di seluruh penjuru kota. Didirikan pertama kali pada 1974, Sate Khas Senayan sekarang terpatri dengan kuat di pikiran dan perut banyak orang sebagai tempat pertama yang harus dikunjungi untuk menyantap hidangan sate ayam yang enak di tempat yang nyaman.

Kami mampir ke salah satu cabangnya di Jalan Pakubuwono untuk mendapatkan gambaran lebih dalam tentang kepopuleran restoran ini. Kesan pertama, interiornya sangat Indonesia, tetapi dengan sentuhan kontemporer pada ambiensnya. Tersedia ruangan privat yang bisa memuat 25 orang, sementara ruangan serbaguna bisa menampung hingga 200 orang.

Selama menunggu makanan disajikan, saya mengamati sekeliling dan melihat beberapa ekspatriat sedang menyantap semangkuk soto, dipenuhi ekspresi riang saat mereka menyeruput kuah kaldunya. Meja di sebelah saya, warga negara Singapura, sedang menyimak penjelasan warga lokal tentang gado-gado. Sepertinya, cabang ini menjadi favorit para ekspatriat untuk mencicipi kuliner Indonesia.

Akhirnya, makanan saya datang. Tentu saya memesan hidangan khas tempat ini, sate ayam yang terkenal. Sate ayamnya disajikan di dalam sebuah piring panas dengan arang menyala di bagian bawahnya. Tekstur ayamnya sangat sempurna dan kombinasinya dengan saus kacang merupakan paduan yang sangat enak. Harga yang tertera di menu mungkin lebih tinggi dari yang dijual penjaja lainnya, tetapi percayalah ketika saya berkata kalau semuanya sepadan dengan uang yang dikeluarkan.

Jl. Pakubuwono IV, No. 6
Jakarta Selatan
Telp: 021 726 9032
Buka setiap hari, pukul 10.30–23.00 WIB
Rp55.000/US$4 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *