READING

Jakarta: Soto Kaki Sapi Mencos H. Sarnadi

Jakarta: Soto Kaki Sapi Mencos H. Sarnadi


“Kaki sapinya terasa kenyal dan dilengkapi kuah santan, sementara perasan jeruk limau berhasil mendongkrak rasanya.

Rasanya ironis ketika mengetahui kalau Jakarta adalah kampung halaman para orang Betawi dengan beragam aspek budayanya, tetapi salah satu makanan khasnya malah menjadi yang paling sulit dicari di kota ini. Ketika orang bisa dengan mudah menemukan nasi uduk atau soto betawi, hal yang sama tidak terjadi pada soto kaki sapi atau kikil. Memiliki karakteristik yang hampir sama dengan saudaranya, soto betawi, perbedaan keduanya ada pada penggunaan kaki sapi sebagai bahan utamanya.

Untungnya, kita masih punya Soto Kaki Sapi Mencos H. Sarnadi di Jakarta. Mengkhususkan diri pada soto kaki sapi, gerai ini telah berdiri sejak beberapa dekade, walau sudah mengalami banyak perubahan positif selama bertahun-tahun. H. Sarnadi memulai bisnisnya dengan cara kaki lima, menjajakan dagangannya menggunakan gerobak. Dia melakukannya selama 30 tahun dan berbuah kesuksesan. Ini membuatnya membuka gerai dan bentuk bangunan di Jalan Percetakan Negara pada 1994. Ketika H. Sarnadi meninggal, bisnis tersebut diambil alih anak laki-lakinya, yang mengembangkannya ke dalam beberapa cabang di berbagai tempat di Jakarta. Dewi Fortuna tampaknya tidak berpihak kepadanya karena beberapa cabang harus tutup karena penghasilannya tidak sesuai harapan. Ini tidak menyurutkan semangatnya. Baru-baru ini, dia membuka gerai baru di Pulo Gadung, awal Januari 2016.

Demi keperluan penyelidikan, saya mengunjungi gerai utama di Jalan Percetakan Negara. Ukurannya cukup kecil dengan kapasitas 10 hingga 15 orang. Pelayanannya sangat cepat karena saya hanya menunggu beberapa menit hingga soto saya disajikan. Kaki sapinya terasa kenyal dan dilengkapi kuah santan, sementara perasan jeruk limau berhasil mendongkrak rasanya.
Jika kaki sapi bukan favorit Anda, Anda bisa menggantinya dengan daging. Pastikan Anda tidak ke sini saat jam makan siang, khususnya saat hari kerja, karena tempat ini akan sangat penuh.

Jalan Percetakan Negara No. 2C
Jakarta Pusat
Buka setiap hari, pukul 10.00–22.00 WIB
Rp20.000/US$1,50 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *