Jakarta: Soto Madura Pak Hadi


“Terdiri atas potongan daging sapi, bihun, dan tauge yang disajikan dengan kaldu sapi yang lezat, paket komplet ini terasa sempurna.”

Sebelumnya saya hanya tahu dua makanan khas Madura; soto madura dan sate madura. Sebagai seseorang yang menulis tentang makanan untuk bertahan hidup, limit sistem pencernaan saya selalu diuji ketika sedang melakukan kunjungan ke tempat-tempat makan. Yang paling membuat saya sebal adalah ketika saya menemukan sebuah tempat yang memiliki lebih dari satu makanan enak. Sementara perut saya hanya muat untuk satu porsi makanan.

Soto Madura Pak Hadi, berada di Jalan Pintu Air Raya di wilayah Pasar Baru, telah menjadi favorit selama bertahun-tahun. Sejak didirikan pada era 1960-an, sotonya yang legendaris telah menjadi kesukaan banyak menteri ternama—oleh karena letaknya yang tidak jauh dari beberapa kantor pemerintahan. Antisipasi tempat yang penuh ketika mengunjungi tempat ini pada jam makan siang.

Walau begitu, bagi restoran ini, tidak selamanya semua berjalan mulus. Ada masanya saat mereka sudah sukses, mereka membuka beberapa cabang di Jakarta. Namun, akhirnya mereka harus memulai lagi dari awal, kembali ke toko pertama, setelah beberapa cabangnya terpaksa ditutup. Menurut salah satu karyawannya, sebelum pindah ke lokasi sekarang enam tahun lalu, toko utamanya berada di Jalan Juanda.

Sekarang, saatnya menjalankan tugas: mencicipi soto maduranya dan menyampaikan penilaian kami. Terdiri atas potongan daging sapi, bihun, dan tauge yang disajikan dengan kaldu sapi yang lezat, paket komplet ini terasa sempurna. Saya bisa merasakan koya di dalam campurannya, yang mirip dengan yang ada di soto ayam pada umumnya. Terkesan dengan makanan ini, saya menghabiskannya dalam sekejap, menikmati setiap suapan.

Omong-omong, tak lama setelah saya menghabiskan makanan ini, saya menyadari kalau restoran ini punya menu lain yang juga menggiurkan—makanan yang gagal saya perhatikan di awal sebelum memesan: sate kuah. Saya merasa seperti patah hati, apalagi mengetahui kalau saya sudah kekenyangan. Untungnya selalu ada hari esok.

Jl. Pintu Air Raya No. 4
Jakarta Pusat
Buka setiap hari, pukul 10.00–22.00 WIB
Rp25.000/US$1,40 per orang


A die-hard fan of authentic Indonesian delights who loves the idea of travelling to the cradle of those enticing local treats. Yet, you might often find this young lad busy with his guitar – be it alone in his room or, sometimes, on stage.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *