Bogor: Soto Mie Ciseeng


“Kuahnya – dibuat dari campuran lobak, iga babi, dan cuka – menciptakan kombinasi rasa manis dan asam yang seimbang.”

Jalan Suryakencana yang dijuluki sebagai Chinatown Kota Bogor merupakan surga kuliner bagi para pencinta makanan. Di sepanjang jalannya, berjajar berbagai penjaja makanan, mulai dari lumpia basah, asinan jagung, pepes sagu pisang, sampai soto mi. Namun, tujuan saya hanya satu, yakni Soto Mie Ciseeng yang merupakan salah satu rumah makan paling tua di sini.

Didirikan pada 1930 oleh Thio Kwie saat Indonesia masih di bawah kekuasaan Belanda, Soto Mie Ciseeng terkenal akan hidangan andalannya, soto mi bogor. Soto mi di sini memiliki keunikan tersendiri. Alih-alih menggunakan daging sapi, kaldu sotonya dibuat dari iga babi, dan dihidangkan tanpa lumpia.

Seiring berjalannya waktu, restoran Soto Mie Ciseeng juga telah mengalami beberapa modifikasi. “Kakek saya dulu menjual hidangan ini dengan cara dipikul, sementara ayah saya berjualan dengan gerobak. Kini, kami sudah memiliki gerai tetap,” ujar Thio Un Chuan, cucu Thio Kwie.

Meskipun sudah mengalami perubahan dari segi konsep, rasa dari soto mi bogor di sini tetap sama dari sejak pertama kali beroperasi. Un Chuan masih setia mengaplikasikan resep dari sang kakek dan konsisten menggunakan tungku batu bara untuk memasak. “Penggunaan tungku batubara membuat soto ini memiliki aroma berbeda yang tidak dapat Anda temukan di tempat lain,” terangnya.

Ingin membuktikan ucapannya, saya pun memesan satu porsi soto mie ciseeng. Kuahnya – dibuat dari campuran lobak, iga babi, dan cuka – menciptakan kombinasi rasa manis dan asam yang seimbang. Daging babi, usus babi, dan bawang goreng di dalamnya juga menyatu dan menghasilkan rasa yang tak terlupakan di lidah saya.

Selesai menghabiskan makanan, Un Chuan menyarankan kepada saya untuk mencoba gado-gado yang dijual di depan kedainya. “Dia sudah berjualan sekitar 50 tahun,” ujarnya sambil menunjuk sang penjual. Saya pun bersyukur mengikuti sarannya. Gado-gado ini bisa dibilang gado-gado bogor paling autentik yang pernah saya cicipi, lengkap dengan wortel rebus dan kerupuk asinan di dalamnya. Berhasil merasakan dua makanan tradisional Bogor dalam satu hari, saya berpikir, betapa beruntungnya saya hari ini.

Jl. Suryakencana No. 280, Bogor
T: 0817 493 6535/0838 1937 0202
Buka setiap hari, pukul 08.00-18.00 WIB
Rp.30.000/US$2,20 porsi


Started her career as a food writer in 2012, Jessicha Valentina is the online editor of Good Indonesian Food. Jessicha has loved Sayur Asem since she was a wee kid and spends her free time trying to cook it.

RELATED POST

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *